Organisasi Freemasonry
tidak memunyai pusat dan setiap negara memunyai organisasi yang berdiri
sendiri. Sekalipun demikian setiap organisasi Freemasonry di mana pun akan
memunyai nomor pendirian dan berhubungan satu dengan lainnya. Freemasonry juga
memunyai Master tertinggi yang merupakan master tertinggi dari seluruh Master
Freemasonry yang bertugas melakukan koordinasi seluruh Freemasonry yang ada di
dunia.
Organisasi ini diatur
menjadi Loji-loji Besar atau
kadang-kadang Orient yang mandiri, yang masing-masing memiliki yurisdiksinya tersendiri,
yang terdiri atas Loji bawahan atau konstituen. Berbagai Loji Besar dapat
mengakui atau tidak mengakui satu sama lain berdasarkan Prinsip Mason (sebuah Loji
Besar bisanya menganggap Loji Besar lainnya yang memiliki prinsip yang sama
sebagai Loji reguler,
dan mereka yang tidak sama dianggap sebagai Logi "tak reguler" atau
Loji "gelap").
Freemasonry merupakan
organisasi yang tertutup dan ketat dalam penerimaan anggota barunya. Organisasi
ini bukan merupakan organisasi agama dan tidak berdasarkan pada teologi
apapun. Tujuan utamanya adalah membangun persaudaraan dan pengertian bersama
akan kebebasan berpikir dengan standar moral yang tinggi. Freemasonry sendiri
adalah simbolisasi dari pengertian pekerja keras yang memunyai kebebasan
berpikir. Kata mason berasal dari bahasa Perancis, maçon, yang
artinya "tukang batu". Sekalipun organisasi ini merupakan organisasi
hanya bagi kaum laki-laki namun kini sudah banyak pula kelompok Freemasonry
wanita.
Ada juga lembaga tambahan, yang
merupakan organisasi yang terkait dengan cabang utama Freemasonry, namun dengan
administrasinya sendiri.
Sejarah
Bagaimana
terbentuk dan kapan mulai dibentuknya organisasi sekuler ini, pihak Freemasonry
sendiri masih belum bisa menentukan. Banyak dugaan gerakan kebebasan berpikir
dan anti dogma
(terutama terhadap agama) ini sudah ada sejak sebelum abad pertengahan.
Bukti ini didapatkan dari ditemukannya manuskrip dari sebuah perusahaan
bangunan Inggris.
Manuskrip itu berisi konstitusi dan aturan-aturan organisasi, landasan hukum,
serta hak dan kewajiban anggota. Data-data ini yang di kemudian hari merupakan
dasar pembentukan organisasi yang digunakan oleh Freemason, dan masih digunakan
hingga saat ini. Selain itu, terdapat pula sebuah puisi Inggris yang dikenal
sebagai "manuskrip Regius" yang
bertahun 1390 dan merupakan naskah Mason tertua.Dengan begitu secara resmi
sejarah Freemasonry adalah berasal dari Inggris, sekalipun banyak sekali
publikasi yang ditulis oleh bukan dari kelompok Freemasonry yang membuat
spekulasi bahwa Freemasonry berasal dari banyak tempat lain.
Ada
bukti yang menunjukkan bahwa ada loji-loji Mason yang berdiri di Skotlandia
sejak awal abad ke-16 (contohnya Loji Kilwinning,
Skotlandia, memiliki catatan sejak akhir abad ke-16, dan disebutkan dalam
Statuta Schaw Kedua (1599) yang
merinci bahwa "ye warden of ye lug of Kilwynning [...] tak tryall of ye airt of memorie and science
yrof, of everie fellowe of craft and everie prenteiss according to ayr of yr
vocations"). Ada sejumlah rujukan jelas mengenai keberadaan loji-loji di Inggris
pada pertengahan abad ke-17.
Loji
Besar pertama, yaitu Loji Besar Inggris (bahasa Inggris:
Grand Lodge of
England atau GLE), didirikan pada 24 Juni
1717, ketika empat Loji yang sudah lebih dulu berdiri di London berkumpul
pada acara makan malam bersama. Loji ini degan cepat berkembang menjadi badan
regulator, dan banyak Loji Inggris bergabung ke dalamnya. Akan tetapi, beberapa
loji tidak menyukai beberapa modernisasi yang lakukan oleh GLE, misalnya
pembuatan Derajat Ketiga. Akhirnya loji-loji itu membentuk sebuah Loji Besar tandingan
pada 17 Juli 1751, yang mereka sebut "Loji Besar Antient
Inggris." Dua Loji Besar ini saling bersaing demi
supremasi – dikenal sebagai "Modern" (GLE) melawan
"Antient" (atau "Kuno") – hingga akhirnya mereka
bersatu pada 25 November 1813 dan membentuk Loji Besar Bersatu Inggris (bahasa Inggris:
United Grand
Lodge of England atau UGLE).
Loji
Besar Irlandia dan Loji Besar Skotlandia didirikan pada tahun 1725 dan 1736.
Freemasonry kemudian menyebar ke daerah koloni Britania di Amerika Utara
pada tahun 1730-an – dengan "Antient" dan "Modern"
(selain juga Loji Besar Irlandia dan Skotlandia) mendirikan sejumlah Loji
bawahan atau Loji "saudara", serta mendirikan Loji-loji Besar Daerah.
Loji pertama Amerika berdiri di Philladelphia
di bawah binaan dari Masonic Grand Lodge England dengan Benjamin Franklin
sebagai master yang pertama. Seusai Revolusi Amerika,
banyak Loji Besar AS yang berdiri di tiap negara bagian. Beberapa gagasan
dikemukakan untuk mendirikan "Loji Besar Amerika Serikat", dengan George Washington
(yang merupakan anggota Loji Virginia) sebagai Master Besar pertama, namun ide
ini hanya muncul sebentar. Berbagai Loji Besar di negara-negara bagian tidak
bersedia mengurangi otoritas mereka dengan menyepakati lembaga semacam itu.
Meskipun
tidak ada perbedaan besar dalam Freemansory yang dilaksanakan oleh loji-loji
yang dibawahi oleh Antient maupun Modern, sisa-sisa pembagian ini masih dapat
dilihat dalam nama dari sebagian besar Loji, F.& A.M. merupakan Free and
Accepted Masons ("Mason Bebas dan Diterima") dan A.F.& A.M.
adalah Antient Free and Accepted Masons ("Mason Antient yang Bebas
dan Diterima").
Yurisdiksi
tertua di benua Eropa,
yaitu Grand Orient de France
(GOdF), didirikan pada tahun 1733. Akan tetapi, sebagian besar yurisdiksi
berbahasa Inggris menghentikan hubungan resmi dengan GOdF sekitar tahun 1877,
ketika (menyusul Kongres Lausanne
1875) GOdF menghapuskan syarat bahwa anggotanya harus mempercayai
tuhan atau dewa. Saat ini Grande Loge
Nationale Française (GLNF) adalah satu-satunya Loji Besar Prancis
yang memiliki hubungan baik reguler dengan UGLE dan banyak yurisdiksi sesuainya
di seluruh dunia.
Karena sejarahnya itu, Freemansory
seringkali disebut memiliki dua cabang yang saling tidak memiliki hubungan
baik reguler:
- UGLE dan tradisi yurisdiksi yang sesuai (sebagian
besar disebut Loji Besar) dalam hubungan baik, dan
- GOdF, tradisi yurisdiksi Eropa Daratan
(seringkali disebut Orient Besar) dalam hubungan baik.
Di kebanyakan negara Latin, Freemansory
Kontinental bergaya GOdF lebih menonjol, meskipun
di sebagian besar negara Latin ini ada juga Loji Besar yang memiki hubungan
baik reguler dengan UGLE dan komunitas Loji Besar di seluruh dunia yang
sama-sama memiliki "hubungan persaudaraan" reguler dengan UGLE.
Sedangkan yang lainnya, dilihat dari sebagian besar Freemansory, cenderung
lebih mengikuti gaya UGLE, meskipun tetap ada sejumlah perbedaan kecil.
Struktur
organisasi
Loji-loji Besar dan
Orient-orient Besar merupakan lembaga independen dan mandiri yang mengelola
kemasonan di negara, daerah, atau wilayah yang bersangkutan (disebut yurisdiksi). Tidak ada bukti mengenai keberadaan satu lembaga
tunggal yang menaungi Freemasonry di seluruh dunia; hubungan antar yuridiksi
yang berbeda dilakukan hanya berdasarkan pengakuan bersama.
Regularitas
Regularitas adalah mekanisme konstitusional dimana Loji Besar atau
Orient Besar saling memberikan pengakuan bersama lain. Pengakuan ini
memungkinkan hubungan formal pada tingkat Loji Besar, dan memberi kesempatan
kepada para anggota Freemasonry untuk menghadiri rapat Loji di yurisdiksi lain
yang telah diakui. Sebaliknya, regularitas melarang hubungan dengan loji yang
bukan loji reguler. Sebuah Loji Besar Mason biasanya memiliki daftar
berisi yurisdiksi dan loji lain yang telah mereka akui dan dengan demikian
mereka anggap sebagai loji reguler.
Loji Besar dan Orient
Besar yang saling memberikan pengakuan dan mengizinkan intervisitasi dikatakan
berada dalam hubungan persahabatan. Sejauh yang diperhatikan oleh UGLE, regularitas
didasarkan pada kepatuhan terhadap sejumlah prinsip dasar ("Tanda"),
yang ditetapkan dalam Konstitusi UGLE dan Kontitusi dari Loji-loji Besar yang
dengannya mereka memiliki hubungan persahabatan. Bahkan dalam definisi ini ada
beberapa variasi mengenai jumlah dan isi Tanda pada masing-masing yurisdiksi.
Sementara kelompok Mason lainnya dikelola secara berbeda.
Masing-masing dari dua
cabang utama Freemasonry menanggap Loji-loji yang berada di bawah cabang yang
bersangkutan sebagai "reguler" sedangkan loji yang ada di cabang
lainnya sebagai "tak reguler." Akan tetapi, cabang UGLE sangat besar
sehingga banyak Loji Besar dan Orient Besar yang memiliki hubungan persahabatan
dengan UGLE biasanya secara umum dianggap sebagai kemasonan "reguler"
(atau "Aliran Utama"), sedangkab Loji Besar dan Orient Besar yang
memiliki hubungan persahabatan dengan GOdF biasanya dianggap sebagai kemasonan
"liberal" atau "tak reguler". Isu ini diperparah oleh fakta
bahwa penggunaan "Loji" versus "Orient" saja tidak langsung
dapat dijadikan petunjuk ke cabang manakah Loji atau Orient tersebut masuk, dan
demikian tidak dapat dijadikan indikator regularitas. Istilah "regularitas"
juga secara lebih luas digunakan untuk menyebur berbagai lembaga yang didirikan
secara terpisah dan menganggap diri mereka sebagai "Mason" namun
tidak diakui oleh kedua cabang utama Mason.
Loji Mason
Loji
(kadang disebut juga Loji Pribadi atau Loji Konstituen dalam
konstitusi Mason) adalah unit organisasi dasar Freemasonry. Setiap Loji baru
harus memiliki Surat Izin atau Piagam yang dikeluarkan oleh sebuah Loji Besar,
yang memberinya izin untuk berjalan dan menyelenggarakan rapat. Para anggota
Mason yang berkumpul sebagai sebuah Loji tanpa memperlihatkan dokumen ini
(misalnya, karena sedang dalam kamp tawanan perang) dianggap sebagai Loji"
gelap" atau "tak reguler", terkecuali bagi sedikit Loji-Loji
"abadi" yang didirikan sebelum pembentukan Loji-Loji Besar.
Sebuah
Loji harus menggelar rapat di tempat yang telah ditetapkan dan pada waktu yang
dipublikasikan sebelumnya. Mereka akan memilih, menginisiasi, dan mempromosikan
anggota dan petugasnya; Loji itu akan membangun dan mengelola harta dan
asetnya, termasuk waktu dan catatan; dan Loji yang bersangkutan juga dapat
memiliki, menduduki, atau berbagi propertinya. Seperti organisasi lainnya, Loji
dapatmemiliki bisnis formal untuk mengelola pertemuan dan acara, rapat umum
tahunan serta komite, dana amal, korespondensi dan
laporan, keanggotaan dan langganan, rekening dan pajak, acara khusus dan
katering, dan sebagainya. Jumlah kegiatan adalah tergantung pada masing-masing
Loji, dan di bawah konstitusi serta berbagai bentuk prosedur yang sama,
Loji-Loji dapat mengembangkan tradisi yang berbeda-beda.
Seseorang
hanya dapat diinisiasi, atau dijadikan sebagai seorang Mason, di dalam sebuah
Loji. Orang dapat menjadi anggota tetap dalam sebuah Loji seumur hidupnya.
Seorang Mason Master dapat mengunjungi Loji manapun yang memiliki hubungan
persahabatan dengannya, dan sebuah Loji dapat memberikan sambutan yang ramah
kepadanya serta mengadakan rapat formal dengannya. Pengunjung harus terlebih
dahulu memeriksa regularitas Loji tersebut dan dapat memastikan bahwa Loji
tesebut sesuai dengan tujuannya; namun dia dapat ditolak untuk masuk jika ada
kemungkinan bahwa dia akan menganggu keharmonisan Loji. Jika dia mau
mengunjungi Loji yang sama berulang kali, dia mungkin saja diharapkan untuk
bergabung dan membayar biaya langganan.
Plakat ini memperingati kunjungan
persaudaraan 'formal' oleh NIRMAS, asosiasi Mason untuk anggota Angkatan Laut
Australia, yang pada awalnya bermula di Basis Pelatihan Magang, HMAS Nirimba, yang darinya
nama kelompok ini berasal. Plakat ini didesain berdasarkan lencana kapal untuk Angkatan
Laut. Kunjungannya adalah kepada Loji Gundagai United, No.25.
Sebagian
besar Loji berisi para Freemason yang tinggal atau bekerja di kota atau daerah
di dekat Loji. Loji lainnya diikuti oleh para Mason yang memiliki kesamaan
minta, pekerjaan
atau latar belakang. Loji semacam ini kadang mensyaratkan adanya kesamaan sekolah,
universitas,
unit militer, penunjukkan
atau derajat Mason, seni, pekerjaan dan hobi. Di beberapa Loji,
pendirian dan namanya mungkin hanya tinggal sejarah, karena seiring waktu,
keanggotaan berkembang lebih luas dariapda yang diharapkan oleh para
"pendirinya"; dalam beberapa Loji lainnya, keanggotaan tetap
eksklusif.
Ada
pula Loji spesialis Riset, yang anggotanya adalah para Master Mason, dengan
ketertarikan pada Riset Mason (mengenai sejarah,
filsafat,
dll.). Loji Riset sepenuhnya terjamin, namun biasanya tidak menginisiasi
anggota baru. Loji Instruksi di UGLE dapat dijamin oleh Loji biasa manapun
untuk dapat mempelajari dan berlatih Ritual Mason.
Para
Freemason berkumpul sebagai sebagai Loji, bukan di dalam' Loji,
kata "Loji" lebih bermakna orang-orang yang berkumpul, bukan tempat
berkumpul. Akan tetapi, dalam penggunaan sehari-hari, premis Mason sering
disebut "Loji". Bangunan Mason kadangkala disebut "Kuil"
("Filsafat
dan Art)"). Di banyak negara, digunakan
istilah Pusat atau Gedung Mason dan bukannya Kuil. Ini
untuk menghindari prasangka dan kecurigaan. Beberapa Loji berbeda, selain juga
kelompok Mason dan non-Mason lainnya, sering menggunakan premis yang sama pada
waktu yang berbeda.
Menurut
tradisi Mason, mason batu Eropa Abad Pertengahan sering berkumpul, makan
bersama, dan tinggal selepas jam kerja di sebuah Loji di sisi selatan sebuah
situs bangunan, dimana matahari menghangatkan batunya pada siang hari. Bagian Lembaga
Pesta sosial (atau Lembaga Sosial) dari pertemuan ini dengan
demikian sering disebut Selatan. Loji-loji awal berkimpul di kedai atau tempat umum tetap
lainnya dengan ruangan khusus.
Prinsip
Pada
dasarnya Freemasonry lebih mengedepankan masalah-masalah kemanusiaan atau humanisme sekuler. Dalam
kelompok persaudaraan tersebut, manusia akan dilihat sebagai mahluk individu
dan pemikirannya menjadi titik sentral pandangan. Pekerjaan dan spirit kerja
dalam Freemasonry ditujukan pada menemukan bagaimana harapan-harapan utama
manusia dalam menempuh kehidupan ini. Dalam upaya kebersatuan anggota sebagai
ikatan persaudaraan, adalah dengan cara melihat segi positif pemikiran setiap
individu, dan meninggalkan segi negatifnya. Berkumpul dalam loji adalah
merupakan tradisi sejak awal dimana para anggota akan saling bertukar pikiran,
dan yang lebih penting adalah tetap membina ikatan persaudaraan atau brotherhood.
Masing-masing anggota harus mampu bekerja untuk diri sendiri agar
menjadi manusia yang lebih baik, berguna, berdasarkan ikatan persaudaraan,
serta membangun kebebasan berpikir dalam kehidupannya di tengah masyarakat.
Secara ideal dapat dikatakan bahwa: membangun sebuah kuil kemanusiaan.
Dalam
praktiknya, Freemasonry tidak menyajikan suatu doktrin maupun dogma, dan juga
tidak memunyai program yang kaku. Bagaimana peraturan kebebasan berpikir yang
dikembangkan oleh setiap anggota komunitas adalah secara sadar atau tidak
apabila pemikiran seorang anggota itu dapat diterima secara umum oleh anggota
komunitas. Kebenaran spirit dalam filosofi yang dikembangkan Freemasonry akan
terus berkembang sebagai wujud dari bagaimana cara pandang melihat kebenaran
yang dipercayai, bagaimana kekuatan sistem nilai, norma, adat dan tradisi yang
ada dalam masyarakat, serta adanya kompromi penerimaan sesuatu pandangan atau
pemikiran yang baru.
Freemasonry
pada dasarnya menghormati semua agama dan kepercayaan yang dianut oleh
anggotanya. Freemasonry sebagai organisasi persaudaraan tidak terlibat pada
suatu agama dan kepercayaan yang dianut para anggotanya. Dengan demikian setiap
anggota juga perlu menghormati kebebasan setiap individu dalam menentukan pilihan
agama dan kepercayaannya masing-masing. Sekalipun demikian Freemasonry
memercayai bahwa Tuhan
adalah kreator dari alam raya. Secara prinsip Freemasonry memunyai tiga pilar filosofi
yang harus selalu dipegang yaitu: rasionalitas, ketuhanan, dan
etika.
Pada
dasarnya Freemasonry mengajarkan sebuah filosofi
baru dalam kehidupan ini. Filosofi baru tersebut yaitu sekularisme
yang artinya memisahkan berbagai sektor kehidupan dengan agama yaitu pada
sektor-sektor pendidikan, hukum, politik, ekonomi, kesehatan, dan ilmiah. Dalam
hal ini agama menjadi kebutuhan individu, dan mengurangi fungsi agama dalam
kehidupan sosial. Dengan demikian sekularisasi dalam Freemasonry adalah sebuah
proses dimana semua yang mengatur segi kehidupan sosial berupa sistem nilai,
norma, dan ide-ide, landasannya adalah empirik, rasional, dan pragmatik.
Filosofi baru inilah yang kemudian dalam perjalanan kehidupan Freemasonry telah
menarik begitu banyak pertentangan dengan prinsip-prinsip yang sudah ada.
Sekalipun
Freemasonry tidak ada sangkut pautnya dengan peperangan, ataupun perkembangan
politik suatu negara, namun dalam praktiknya nilai-nilai yang diajarkan oleh
Freemasonry telah memberikan sumbangan yang besar dalam setiap individu
Freemasonry dalam membangun masyarakat yang diidamkan yaitu bebas dari tirani dan dogma.
Kegiatan
Hingga kini Freemasonry
tetap menjaga tradisi ritual, yang merupakan simbol bahwa setiap anggota adalah
pekerja bangunan (maçon) yang dapat disimbolkan sebagai batu bata yang
harus disusun menjadi sebuah bangunan kuil. Bagunan kuil Freemasonry merupakan
simbol dari sebuah masyarakat yang besar. Dalam menerima anggota baru dari
sebuah loji atau rumah Freemason, maka ritual ini akan diperkenalkan
kepada setiap anggota baru tersebut. Ia kemudian memunyai kewajiban untuk juga
berfungsi sebagai pekerja membangun kuil secara bersama-sama dengan anggota
yang lain. Freemasonry meletakkan visi bahwa bekerja membangun kuil adalah
sebuah seni yang tinggi agar nampak indah baik di bagian luar, di bagian dalam
maupun di bagian pusat bangunan . Sebagai anggota suatu loji, komunitas
Freemasonry memunyai hierarki tiga tingkatan dari yang terrendah hingga yang
tertinggi yaitu murid, pekerja, dan master. Setiap master memunyai tugas untuk
membimbing murid-muridnya dan membantu para pekerja agar dapat menyelesaikan
pekerjaannya dengan baik. Para Master memunyai hierarki dengan tingkatan yang
tertinggi adalah tingkat 33 yang merupakan Grand Master untuk suatu negara.
Simbol
Simbol kuil yang
digunakan oleh Freemasonry adalah Bait Salomo
sebagai simbolik kerja manusia dalam membangun kehidupan masyarakat yang
majemuk yang permasalahannya tak pernah selesai. Pengambilan Bait Salomo ini sebab
Bait Salomo di Yerusalem selalu menjadi polemik antar agama dengan sengketa
yang tak pernah selesai – di atas pondasi yang ada ingin selalu dibongkar oleh
kelompok agama yang menang mendudukinya dan dibangun kembali sebagai kuil agama
yang lain. Kini di atas Bait Salomo telah dibangun Masjid Al-Aqsa
yang merupakan masjid besar kedua setelah Masjid Al-Haram
di Mekkah.[26][27]
Namun penggunaan Bait Salomo sebagai simbol kerja Freemasonry dalam masyarakat
majemuk telah diartikan oleh kelompok anti Freemasonry bahwa Freemasonry
identik dengan Yahudi
dan Zionisme.
Kerahasiaan
Freemasonry adalah
organisasi yang tertutup dan memegang rahasia apa yang tengah dibicarakan di
dalamnya. Berbagai upacara ritual yang dilaksanakan hanya boleh dilihat oleh
anggota komunitas Freemason. Perilaku atau peraturan seperti ini sudah
berlangsung beratusan tahun. Awalnya adalah demi perlindungan para anggota Freemasonry
itu sendiri dari tekanan pihak yang bertentangan dengan prinsip berkebebasan
berpikir dan anti dogma di tiga ratus tahun lalu di Inggris, dimana agama Katolik
masih kuat memegang kendali hukum. Namun dengan tidak terbukanya kelompok
Freemasonry ini telah membawa pergunjingan di luar yang dilakukan oleh berbagai
kelompok yang berseberangan prinsip. Karena
begitu banyak pergunjingan dan spekulasi, baik dari kelompok agama maupun
politik garis keras yang semakin banyak muncul di media massa, maka akhir-akhir
ini Freemasonry mulai membuka diri, kecuali berbagai ritual yang dilaksanakan
di dalam kelompok. Keterbukaan ini dilakukan guna membantah berbagai
pergunjingan dan spekulasi tersebut .
Anggota
Anggota
Freemasonry yang umumnya dari kalangan intelektual dan tokoh-tokoh politik
akhirnya juga menjadikan negara-negara yang dipimpin para Freemasonry menjadi
negara sekuler. Contoh yang paling jelas adalah Amerika Serikat.
Saat adanya perang saudara di Amerika antara Utara dan Selatan, banyak kalangan tinggi militer dan
politik yang menjadi anggota Freemason. Presiden pertama Amerika sebagai sebuah
negara republik yaitu George Washington adalah juga anggota Freemason.
Amerika kemudian menjadi negara sekuler sebagaimana negara-negara di Eropa
setelah revolusi Perancis.
Pembesar dan orang terkenal
Freemasonry tercatat 14 orang Presiden Amerika antara lain George Washington, Gerald Ford,
James Monroe,
Franklin Delano Roosevelt, Theodore Roosevelt, dan Harry Truman.
Dari Inggris tercatat antara lain Raja Edward VII, Raja Edward VIII, Raja George VI,
dan Winston Churchil . Musikus
terkenal antara lain Mozart dan Beethoven, serta ahli politik terkenal antara lain Montesquieu.
Nama-nama dari Indonesia antara lain Pangeran Aryo Suryodilogo, Raden Saleh,
Abdul Rachman (dari Kesultanan Pontianak), Paku Alam V,
Paku Alam VI,
Paku Alam VII,
Pangeran Adipati Ario Notokoesoemo, dan Hamengku Buwono VIII.
Anti Freemasonry
Sepanjang sejarah selama 250 tahun, organisasi
persaudaraan sekuler ini memunyai pengalaman konflik dengan baik kelompok agama
maupun aliran politik garis keras seperti fasisme
dan komunisme.
Dalam kehidupan politik garis keras fasisme yaitu pada saat kekuasaan Hitler, Grand Master
Loji Jerman
mati dibunuh oleh Hitler dan anggota loji ini telah dimasukkan ke kamp-kamp
konsentrasi. Sampai dua ratus tahun lalu, Katolik Roma memberlakukan hukuman
mati bagi orang-orang Katolik yang masuk menjadi anggota loji Freemason.
Berkuasanya politik komunisme di Indonesia juga telah melarang dan menutup
organisasi Freemasonry di Indonesia.
Kesalahpahaman
Kekristenan
Berikut ini adalah beberapa kesalahpahaman sejumlah
penganut Kristen
terkait kelompok Freemasonry:
- Freemansory mengajarkan agama pagan dan melakukan
ritual berasal dari agama-agama pagan.
Pada kenyataannya, Freemasonry melakukan ritualnya bukanlah sebagai ritual
keagamaan, melainkan sebagai ritual kehidupan sekuler. Selain itu, ritual
yang dilakukan oleh Freemasonry sebetulnya hanya sebuah sandiwara.
- Freemansory menerapkan mistisisme Yahudi
(Kabbalah)
dan memiliki simbol berupa pentagram. Pada kenyataannya, Freemasonry tidak
mempunyai hubungan dengan Kabbalah, dan simbol Freemasonry bukanlah
pentagram.
- Freemasonry memunyai wahyu. Padahal, sekalipun
Freemasonry tidak menyangkal adanya wahyu dari Tuhan, namun Freemasonry
bukanlah sebuah agama, sehingga Freemasonry sebenarnya tidak memunyai
wahyu.
- Freemasonry melakukan praktik spiritisme, okultisme,
medium, tarot,
dan astrologi.
Freemasonry memang banyak diinspirasi oleh perkembangan ilmu pengetahuan
seperti astronomi dan aljabar, sehingga Freemasonry menyukai angka-angka
dan pengetahuan tentang alam raya. Namun Freemasonry adalah sebuah
organisasi sekuler yang lebih banyak memperhatikan rasionalitas, bukti
empirik, dan pragmatik. Sehingga Freemasonry tidak memunyai hubungan
dengan spiritisme, okultisme (perdukunan) maupun medium dan peramalan.
- Freemasonry tergabung dalam sebuah kelompok Illuminati
Bavaria. Pada kenyataannya, hingga kini tidak pernah tercatat ada
tokoh-tokoh maupun kelompok yang secara nyata berkaitan dengan kelompok
Illuminati Bavaria.
- Freemasonry bertentangan dengan agama Kristen. Sudah
banyak larangan yang dikeluarkan oleh pihak gereja agar menjauhi kelompok
Freemason, karena pihak gereja melihat ajaran Freemasonry tidak sesuai
dengan ajaran agama. Sebegitu jauh, kelompok Freemasonry memang bukan
ajaran agama. Freemasonry mengajarkan berkebebasan berpikir dan anti
dogma.
- Freemasonry mengajarkan ateisme.
Pada kenyataannya, Freemasonry tidak memiliki hubungannya dengan ateisme
karena Freemasonry tidak memunyai kaitan dengan sistem kepercayaan dan
agama. Freemasonry adalah organisasi sekuler yang mengajarkan tentang
humanisme sekuler. Fremason sendiri menghargai anggotanya yang memunyai
kepercayaan agama apapun, dan dalam filosofinya menghormati Tuhan sebagai
sang pencipta.
- Freemasonry menghancurkan gereja. Pada kenyataannya,
Freemasonry membantah bahwa tidak pernah ada deklarasi bahwa Freemasonry
memunyai tujuan untuk menghancurkan gereja.
- Freemasonry memunyai buku suci yaitu Moral dan Dogma
buatan Albert Pike (seorang Master Freemasonry Amerika yang sangat
terkenal) yang menyebutkan bahwa Lucifer
adalah Tuhan Freemasonry. Pada kenyataanya, di dalam buku tersebut tidak
pernah disebutkan bahwa Lucifer adalah Tuhan dari Freemason. Prasangka ini
sendiri muncul akibat kesalah pengutipan oleh Leo Taxil.
- Freemasonry adalah sekte Gerakan Zaman Baru. Gerakan Zaman Baru
adalah gerakan spiritual yang mempercayai bahwa Tuhan berada di dalam diri
setiap manusia. Karena pada dasarnya kelompok Freemasonry bukanlah
organisasi penganut agama Kristen, sekalipun tidak pernah menyatakan bahwa
organisasi ini menentang gereja, namun diartikan oleh anti Freemasonry
bahwa organisasi ini merupakan organisasi gereja dunia dimana anggotanya
bersatu dengan Kristus.
Harun Yahya
Menurut Harun Yahya,
Freemasonry adalah kelompok Yahudi yang menjalankan perintah rahasia dari Ordo Bait Allah
serta dari kelompok Zionis internasional. Tuduhan lainnya adalah bahwa
Freemasonry memunyai agenda tersembunyi (salah satunya untuk menghancurkan
Islam), melakukan kontrol terhadap pejabat-pejabat Arab dalam masalah Palestina,
menggunakan nama-nama lain (seperti Rotery and Lion Club) sebagai kamuflase,
serta melakukan kegiatan mafia
dan korupsi.
Selain itu, Harun Yahya juga menuding bahwa Freemasonry menggunakan prinsip dan
menjalankan upacara Kabbalah serta melakukan kegiatan sihir, dan melaksanakan serta
menyebarkan ajaran Yudaisme, ateisme, paganisme, komunisme, dan nazisme.
Konspirasi
- Konspirasi pembunuhan John F.
Kennedy. Ada spekulasi bahwa JF Kennedy dibunuh oleh komplotan
Freemasonry karena banyak orang di sekitar JF Kennedy adalah anggota
organisasi Freemason. Namun teori konspirasi ini tidak pernah terbukti.
- Konspirasi dengan Yahudi dan Zionis merupakan
tudingan yang sangat terkenal dan sudah berlangsung beratusan tahun.
Tudingan konspirasi dengan Yahudi dan Zionis ini berasal dari sebuah buku
yang sangat terkenal, Protokol Para Tetua Sion. Namun
sebetulnya buku ini ditulis oleh seorang Rusia
Sergei
Alexandrovich Nilus (1862-1930) dan isinya plagiat serta palsu
yang berasal dari berbagai tudingan terhadap Freemasonry dan anti semit
yang sudah tersebar di belahan Eropa sebelumnya. Sekalipun demikian buku
ini menjadi seolah-olah buku dokumen bagi mereka yang anti semit maupun
yang anti Freemason.