Kuliah Umum
“Being Global Leader In Islamic
Finance”
Pembicara : Ronald Rulindo, Ph.D
Dalam sistem keuangan yang berdasar
ajaran agama Islam mengenal dengan
keuangan Syariah, mungkin kalangan awam sering mendengar kata Bank
Syariah, itu pun termasuk dalam keuangan islam. Lewat peraturan agama islam
yang mengharamkan riba (bunga) dalam keuangan maka diterapkanlah sebuah
keuangan syariah, bank pun begitu setelah tahun 1960 diciptakan Islamic Finance
di mesir dibuatlah bank yang mempunyai jalan syariah, lalu bagaimana dan apa
hubungannya bank syariah dengan ‘being global leader’ ?
Pada kuliah umum ini pun membahas beberapa bahasan yaitu :
1. Siapa global leader Islamic finance ?
2. Motivasi menjadi global leader
3. Mengapa kita perlu global leader ?
4. Fenomena Riba dalam aktifitas ekonomi
masyarakat
·
Siapa
Global Leader Islamic finance ?
Berawal dari didirikannya Islamic
Finance pada tahun 1960 di Mesir berdiri Dubai Islamic Bank, dan pada tahun
1990 Indonesia mendirikan bankMuamalat sebagai Syariah pertama.
Berikut adalah tokoh yang berpengaruh pada Islamic Leader :
1. Abdul Saka
2. Prof. Dr. Rivaat Ahmad Abdul Kharib
3. Umar
4. Zeti Akhtar Aziz
Islamic Finance mempunyai produk jangka pendek dan jangka
panjang Islamic finance yaitu :
-
Produk
jangka pendek : prduk development dengan pembiayaan modal kerja, meningkatkan
kualitas Syraiah Govermance, infrastruktur development melalui pendidikan dan
tanggung jawab kementrian keuangan negara.
-
Produk
jangka panjang Islamic finance yaitu social economy justice, pengentasan
kemiskinan (seperti zakat, infaq) mendorong financial.
·
motivasi
untuk menjadi global leader
1. meluruskan niat ikhlas kepada Allah
SWT.
2. Memperluas wawasan
3. Memperdalam ilmu
4. Membangun visi dan misi yang jelas
·
Mengapa
kita perlu global leader ?
1. Mewujudkan keadilan keuangan dalam
ekonomi
2. Menuntaskan kemiskinan
3. Untuk mendukung keuangan dan
perekonomian Indonesia
·
Fenomena
riba dalam aktifitas ekonomi di masyarakat
Mengapa
Islam sangat mengharamkan riba dalam kegiatan sehari – hari?, karena :
1. Riba memembuat tidak adil
2. Riba merusak perekonomian suatu
masyarakat
3. Riba menyebakan kemalasan
Kenapa perdagangan berbeda dengan
riba, dari yang saya telaah bahwa berdagang itu mencakup segala aspek dan
faktor yang akhirnya layak untuk menerima komisi bagi pelaku, diantaranya :
1. Risiko
2. Berusaha
3. Pertukaran yang layak
Dan lain sebagainya, karena saya
tidak mencatat semua
·
Dan
berikut adalah poin – poin penting yang saya dapat dari perkuliahan umum
tersebut
ü Allah mengharamkan riba dan
menghalalkan jual beli
ü Riba merusak perekonomian negara
ü Social Economic Justice yang
terlupakan:
-
Mudarabah
-
Musyarakah
ü Proverty Alleviation adalah salah
satu tujuan Islamic System
ü Islamic Financce mendorong Financial
Iclusion
ü Salah satu tujuan Islamic Finance
yaitu :
-
“Boosting
Economic Development”
-
Pengembangan produk dan perbaikan bisnis
-
Menigkatkan
Syariah Governance
-
Promoting
infrastructure development
-
Economic
empowerment
ü Salah satu visi Islamic Finance :
-
Strengthening
& harmonizing rules, regulation, and supervison