Kamis, 07 Mei 2015

Resume Kuliah Umum “Being Global Leader In Islamic Finance”

Kuliah Umum

“Being Global Leader In Islamic Finance”
Pembicara : Ronald Rulindo, Ph.D

Dalam sistem keuangan yang berdasar ajaran agama Islam mengenal dengan  keuangan Syariah, mungkin kalangan awam sering mendengar kata Bank Syariah, itu pun termasuk dalam keuangan islam. Lewat peraturan agama islam yang mengharamkan riba (bunga) dalam keuangan maka diterapkanlah sebuah keuangan syariah, bank pun begitu setelah tahun 1960 diciptakan Islamic Finance di mesir dibuatlah bank yang mempunyai jalan syariah, lalu bagaimana dan apa hubungannya bank syariah dengan ‘being global leader’ ?

Pada kuliah umum ini pun membahas beberapa bahasan yaitu :

1.      Siapa global leader Islamic finance ?
2.      Motivasi menjadi global leader
3.      Mengapa kita perlu global leader ?
4.      Fenomena Riba dalam aktifitas ekonomi masyarakat

·         Siapa Global Leader Islamic finance ?

Berawal dari didirikannya Islamic Finance pada tahun 1960 di Mesir berdiri Dubai Islamic Bank, dan pada tahun 1990 Indonesia mendirikan bankMuamalat sebagai Syariah pertama.

Berikut adalah tokoh yang berpengaruh pada Islamic Leader :

1.      Abdul Saka
2.      Prof. Dr. Rivaat Ahmad Abdul Kharib
3.      Umar
4.      Zeti Akhtar Aziz

Islamic Finance mempunyai produk jangka pendek dan jangka panjang Islamic finance yaitu :

-          Produk jangka pendek : prduk development dengan pembiayaan modal kerja, meningkatkan kualitas Syraiah Govermance, infrastruktur development melalui pendidikan dan tanggung jawab kementrian keuangan negara.
-          Produk jangka panjang Islamic finance yaitu social economy justice, pengentasan kemiskinan (seperti zakat, infaq) mendorong financial.

·         motivasi untuk menjadi global leader

1.      meluruskan niat ikhlas kepada Allah SWT.
2.      Memperluas wawasan
3.      Memperdalam ilmu
4.      Membangun visi dan misi yang jelas

·         Mengapa kita perlu global leader ?

1.      Mewujudkan keadilan keuangan dalam ekonomi
2.      Menuntaskan kemiskinan
3.      Untuk mendukung keuangan dan perekonomian Indonesia

·         Fenomena riba dalam aktifitas ekonomi di masyarakat

Mengapa Islam sangat mengharamkan riba dalam kegiatan sehari – hari?, karena :

1.      Riba memembuat tidak adil
2.      Riba merusak perekonomian suatu masyarakat
3.      Riba menyebakan kemalasan

Kenapa perdagangan berbeda dengan riba, dari yang saya telaah bahwa berdagang itu mencakup segala aspek dan faktor yang akhirnya layak untuk menerima komisi bagi pelaku, diantaranya :

1.      Risiko
2.      Berusaha
3.      Pertukaran yang layak

Dan lain sebagainya, karena saya tidak mencatat semua

·         Dan berikut adalah poin – poin penting yang saya dapat dari perkuliahan umum tersebut

ü  Allah mengharamkan riba dan menghalalkan jual beli
ü  Riba merusak perekonomian negara
ü  Social Economic Justice yang terlupakan:
-          Mudarabah
-          Musyarakah
ü  Proverty Alleviation adalah salah satu tujuan Islamic System
ü  Islamic Financce mendorong Financial Iclusion
ü  Salah satu tujuan Islamic Finance yaitu :
-          “Boosting Economic Development”
-          Pengembangan produk dan perbaikan bisnis
-          Menigkatkan Syariah Governance
-          Promoting infrastructure development
-          Economic empowerment
ü  Salah satu visi Islamic Finance :
-          Strengthening & harmonizing rules, regulation, and supervison

Tidak ada komentar:

Posting Komentar