A. Macam-macam
Laporan
1. laporan
berbentuk formulir isian
laporan
ini biasanya telah disiapkan blanko daftar isian yang diserahkan pada tujuan
yang akan dicapai
2. laporan
berbentuk surat
laporan yang bentuk surat prinsipnya sama dengan surat biasa perbedaannya terlatak pada isi dan panjang surat
laporan yang bentuk surat prinsipnya sama dengan surat biasa perbedaannya terlatak pada isi dan panjang surat
3. laporan
berbentuk memorandum
laporan berbentuk memo atau catatan pendek lebih singkat dibanding surat.laporan ini sering digunakan dalam lingkungan organisasi/lembaga/antara atasan dan bawahan dalam suatu hubungan kerja
laporan berbentuk memo atau catatan pendek lebih singkat dibanding surat.laporan ini sering digunakan dalam lingkungan organisasi/lembaga/antara atasan dan bawahan dalam suatu hubungan kerja
4. laporan
perkembangan dan keadaan
laporan perkembangan adalah laporan yang bertujuan untuk menyampaikan perkembangan,perubahan yang sudah dicapai dalam usaha untuk mencapai tujuan/sasaran yang telah ditentukan tujuannya untuk menyebarkan kondisi yang ada pada saat laporan itu dibuat
laporan perkembangan adalah laporan yang bertujuan untuk menyampaikan perkembangan,perubahan yang sudah dicapai dalam usaha untuk mencapai tujuan/sasaran yang telah ditentukan tujuannya untuk menyebarkan kondisi yang ada pada saat laporan itu dibuat
5. laporan
berkela
laporan berkela dibuat secara rutin(harian,mingguan,bulanan,tahunan)misalnya laporan keuangan,produksi dan peningkatan prestasi
laporan berkela dibuat secara rutin(harian,mingguan,bulanan,tahunan)misalnya laporan keuangan,produksi dan peningkatan prestasi
6. laporan
laboratoris/hasil penelitian
laporan laboratoris tujuannya untuk menyampaikan hasil dari percobaan/penelitian yang dilakukan dilaboratorium
laporan laboratoris tujuannya untuk menyampaikan hasil dari percobaan/penelitian yang dilakukan dilaboratorium
7. laporan
formal/semi formal
laporan formal ialah laporan yang memenuhi persyaratan-persyaratan tertentu/sistematika baku sebuah laporan ilmiah.jika tidak lengkap menjadi laporan semi formal.
laporan formal ialah laporan yang memenuhi persyaratan-persyaratan tertentu/sistematika baku sebuah laporan ilmiah.jika tidak lengkap menjadi laporan semi formal.
B. Ciri-ciri
Laporan
1. Obyektif
Laporan
bersifat sangat obyektif. Yang dimaksud obyektif adalah dalam hal menyampaikan
fakta. Pernyataan yang dibuat harus berdasarkan kenyataan. Kesimpulan dan
rekomendasi yang diajukan harus disertai dengan bukti yang spesifik dan harus
menghindari pendapat atau prasangka pribadi. Jika fakta menunjukkan A maka
harus dilaporkan A tanpa tendensi apapun.
2. Bahasa
formal
Bahasa
yang digunakan dalam menulis laporan adalah bahasa formal yang baik, jelas, dan
teratur. Yang dimaksud bahasa formal adalah bahasa baku yang sesuai dengan
kaidah penulisan bahasa baku yang terdapat dalam EYD. Penyusunan paragraf,
kalimat, pemilihan kata, hingga tanda baca yang digunakan harus tepat dan dari
segi sintaksisnya bahasanya teratur. Kata ganti orang harus dihindari. Titik
berat dan tekanannya tidak berdasarkan pendapat penyaji data, tetapi
berdasarkan fakta.
3. Sistematis
Laporan
harus benar sistematikanya. Judul, subjudul, sub-sub judul, disusun dan diatur
dengan perencanaan yang matang. Bagian-bagian dari laporan seperti pendahuluan,
isi, dan kesimpulan harus disusun secara berurutan. Hal ini dilakukan supaya
pembaca mudah mengerti isi dari laporan tersebut.
4. Dibuat
atas permintaan
Laporan
biasanya dibuat atas permintaan dari pihak-pihak tertentu. Laporan ini dibuat
sebagai pertanggungjawaban atas apa yang sudah dilakukan. Laporan seperti ini
biasanya merupakan laporan panjang atau pendek, tergantung dari kebutuhannya.
Tetapi ada kalanya seseorang membuat laporan atas prakarsa diri sendiri.
5. Pembacanya
tertentu
Laporan
disusun berdasarkan bidang-bidang atau sub-sub bidang tertentu, juga dibuat
berdasarkan permintaan pihak-pihak tertentu. Hal ini menyebabkan secara
otomatis pembaca dari suatu laporan terbatas pada kalangan tertentu, tergantung
dari kebutuhan pembaca terhadap laporan tersebut. Misalnya, laporan tentang
keuangan perusahaan. Tentu saja hal ini tidak dapat dipublikasikan kepada semua
pihak karena ini masalah intern perusahaan. Yang mengetahui mungkin hanya direktur
keuangan, bagian keuangan, dan direktur utama atau dapat dikatakan hanya orang
yang berhubungan langsung dengan manajemen keuangan perusahaan.
C. Syara-syarat
Laporan
1. Objektif
Laporan
haruslah objektif. Laporan tidak boleh mengandung pendapat-pendapat pribadi dan
tidak dipengaruhi oleh pemikiran penulis. Laporan semata-mata hanya merupakan
deskripsi dari kenyataan dan disusun berdasarkan fakta yang spesifik. Penulis
hanya sebagai media penyampaian fakta. Apabila tidak objektif, maka laporan
akan menjadi sesuatu yang meragukan.
2. Menarik
Laporan
harus menarik, baik dari segi topik maupun tampilan. Laporan yang menarik
topiknya ditandai dengan pengangkatan topik yang aktual, belum pernah
dilakukan, dan dapat bermanfaat untuk masyarakat. Dari segi tampilan, menarik
berarti disajikan dengan baik sehingga mempermudah pembaca memahami isi dari
laporan.
3. Lengkap
Laporan
harus lengkap isinya. Laporan dikatakan lengkap isinya apabila semua
bagian-bagian penting dalam laporan ada dan dijelaskan secara gamblang.
Sehingga pembaca akan mengetahui detil dari apa yang dilaporkan.
4. Komunikatif
Laporan
harus menggunakan bahasa yang komunikatif sehingga bisa mengomunikasikan
permasalahan dengan baik. Bahasa yang komunikatif adalah bahasa yang baik,
benar, serta mudah dimengerti. Dengan bahasa yang komunikatif, pembaca tidak
akan dibingungkan dengan laporan yang sedang dibacanya sehingga tujuan dari
penulisan laporan tercapai.
D. Syarat-syarat
Laporan Manajemen
1. Kecermatan
(Accuracy)
Bahwa
laporan yang diusun harus memberikan gambaran secara cermat segala hal yang
dilaporkan. Penyusun laporan harus cermat dalam melaporkan segala aspek yang
ada dalam kegiatan. Hal ini karena isi laporan merupakan dasar pimpinan untuk
menentukan kebijakan yang harus diambil untuk masa depan.
2. Ketepatan
waktu (Timeliness)
Bahwa
pelaporan harus tepat waktu. Ketika kegiatan kerja sudah selesai dilakukan,
maka laporan harus segera dibuat dan diajukan ke pemimpin sebagai
pertanggungjawaban profesional. Jika laporan yang disusun dilaporkan secara
tepat waktu, maka pimpinan dapat segera menindaklanjuti kondisi yang terjadi selama
kegiatan kerja.
3. Kemadaian
(Adequacy)
Isi
laporan harus dibuat sederhana, tidak rumit sehingga semua pihak, khususnya
pimpinan dapat segera memahami segala hal yang dilaporkan. Kesederhanaan ini
meliputi aspek bahasa dan susunan pelaporan.
4. Kesederhanaan
(simplicity)
Laporan
harus dibuat sederhana, tidak rumit sehingga semua pihak khususnya pimpinan
dapat segera memahami segala hal yang dilaporkan. Kesederhanaan ini meliputi
aspek bahasa dan susunan pelaporan.
5. Kejelasan
(Clarity)
Laporan
harus disusun dengan bahasa yang jelas, penyajian yang tepat sehingga pimpinan
tidak susahsaat membaca laporan tersebut dan segera dapat mengambil langkah
jika memang ada yang perlu ditindaklanjuti dari laporan tersebut.
sumber :
http://muhammadazman12.blogspot.com/
http://so-aja.blogspot.com/2013/06/ciri-ciri-laporan.html
http://so-aja.blogspot.com/2013/06/syarat-syarat-laporan.html
http://www.anneahira.com/metode-penulisan-laporan.htm
Tidak ada komentar:
Posting Komentar