Para
penganut okultisme dalam dunia barat atau benua Eropa dan Amerika memang
menarik perhatian, baik dari jaman Pra-Kristen bahkan sampai aliran kepercayaan
terbanyak pengikutnya itu merambah mereka.
Ilmu
Pengetahuan Mengenai yang Tidak Terlihat
Begitu
melihat judulnya, jangan pesimis dong. Nama ilmu ini memang mempelajari suatu
entitas yang tidak terlihat, bahkan banyak orang yang meragukan keberadaan
entitas tersebut. Demonologi itu berasal dari bahasa latin, Daemon dan Logos.
Daemon itu artinya roh jahat dan Logos berarti ilmu, berarti demonologi adalah
ilmu yang mempelajari tentang roh-roh jahat atau iblis. Anda pasti berpikir
kalau ilmu ini sulit untuk dibahas maupun dimengerti, nggak juga kok. Wong yang
kuliah di ilmu Teologi saja pasti wajib mengambil mata kuliah ini kok. Tapi
Anda berpikir kalau ilmu ini membahas suatu bualan belaka, terserah Anda.
Karena cabang ilmu yang terlalu luas, maka akan kita amati para pelaku praktek
Okultisme di Eropa maupun Amerika sebelum dijamah oleh para penginjil maupun
jaman dimana sesudahnya.
Dari
Raja Sampai Pemuda Culun
Ada
beberapa atau malah banyak sekali tokoh besar yang memberikan sumbangsih
penting mereka dalam bidang ini. Beberapa tokoh sudah dikenal banyak orang
dengan status pekerjaan yang lumayan terpandang, adapula yang malahan anonim,
ada juga dari golongan sastrawan. Mereka menulis umumnya bukan asal njeplak
atau menghayal, tapi kebanyakan berdasarkan pengalaman pribadi.
Tokoh
terbesar dalam naskah demonologi atau Okultisme di dunia barat adalah seorang
Raja besar yang diamini oleh tiga golongan agama besar: Kristen, Muslim, dan
Yahudi. Petunjuk berikutnya ia adalah salah satu dari Raja Besar Daud, ya orang
itu adalah Salomo atau dengan nama arab Sulaiman. Ia adalah putra kesekian dari
banyak istri Daud (memang kalau jaman itu, poligami yang dilakukan oleh kaum
bangsawan sangat diperbolehkan). Setelah Daud mangkat, maka tugas itu pun
dijatuhkan pada Salomo. Raja muda ini memiliki ambisi besar, ia membangun kuil
untuk Tuhan dengan ukuran yang sangat besar dan luas.
Pas
proyek itu selesai, diadakanlah upacara besar-besaran, dengan kurban bakaran
dan kurban sembelihan mencapai ribuan ekor sapi dan kambing, dan sang rajalah
yang memimpin upacara. Namun, seperti terbius ia malah bermimpi mendengar suara
dari langit yang berkata: “Kamu sudah menyenangkan hati-Ku, apapun permintaanmu
akan Kukabulkan”, janji suara itu. Salomo yang serba kecukupan itu tidak
meminta apapun, kecuali kebijaksanaan, dan dia diberi karunia itu oleh Pemilik
Suara (Bisa dilihat dalam Perjanjian Lama kitab Nubuat Salomo mengenai kisah
Salomo yang mendamaikan dua janda yang berebut 1 bayi) tapi, ternyata ia diberi
bonus lebih, ia diberi wewenang untuk memerintah roh jahat, berbicara dengan
hewan, dan mengatur alam. Bahkan konon ia menuliskan semua hal tentang 72 Raja
Iblis besar, dan kini buku itulah yang dianut oleh banyak okultis Eropa. Nama
buku itu Lemegeton Clavicula Salomonis. Buku yang menjadi panutan para penyihir
Barat itu berisi bagaimana cara memanggil beragam makhluk tak kasat mata ini.
Bahkan ia dijuluki sebagai penyihir terbesar sepanjang masa.
Berbeda
dengan Salomo, berbeda juga dengan seorang pemuda bernama Tobias. Kisah yang
ditulis dalam kitab Tobias dalam perjanjian baru ini mengisahkan seorang pemuda
baik-baik, rajin berdoa dan alim bernama Tobias. Namun ternyata ia memiliki seorang
ayah yang buta dan ibunya tidak diketahui ada dimana, ia tidak pernah mengeluh
masalah ini. Selayaknya seorang pemuda, akhirnya ia kasmaran dengan seorang
janda bernama Sarah putri dari Raguel. Masalahya yaitu, Sarah telah menikah
sebanyak tujuh kali dan semua suaminya meninggal mendadak saat malam pertama!
Tobias pun sempat bergidik juga...
Kemudian
muncullah sosok pemuda yang mengaku sebagai utusan Tuhan, dia bernama Raphael.
Ia menawarkan bantuan pada Tobias untuk mematahkan kutukan anti-suami yang
dimiliki Sarah. Bahkan ia menunjukkan kesaktiannya dengan menyembuhkan kebutaan
sang ayah sehingga muncullah kepercayaan Tobias padanya. Setelah semuanya siap,
mereka berdua berangkat hendak meminang Sarah. Seakan tidak pernah jauh dari
halangan, ditengah jalan dikatakan jika mereka berdua diserang oleh seekor ikan
raksasa! (Tidak diketahui apakah itu hiu atau paus) Namun Tobias berhasil
mengalahkannya dan Raphael menyarankan untuk mengambil limpa hewan besar itu.
Kemudian Raphael mengatakan kejadian yang sebenarnya, yaitu adalah seorang
hantu yang bernama Asmoday (namun dalam buku Salomo ia dikatakan sebagai
seorang Raja Neraka) menyukai Sarah, sehingga dia tidak rela ada manusia lain
yang menikahi gadis itu. Dialah yang menjadi biang keladi kutukan itu. Tobias
yang sempat bergidik disuruh Raphael untuk percaya pada Tuhan. Raphael juga
menyarankan saat upacara pernikahan nanti, supaya limpa itu dibakar di atas
arang.
Syukurlah
rencana berjalan lancar sampai akhirnya Sarah pun menikah dengan Tobias, namun
saat Malam Pertama, sang hantu menampakkan dirinya dan hendak membunuh Tobias.
Pemuda itu dengan sigap mengambil pedupaan yang dibuatnya dan entah kenapa sang
hantu berteriak kesakitan dan ia pun menghilang. Ditulis dalam kitab itu juga
kalau sang hantu kabur ke mesir, dan dengan cepat Raphael mengejarnya dan
menghukum makhluk itu di sana. Pemuda Raphael itu pun membongkar identitasnya
kalau ia adalah seorang malaikat utusan Tuhan. Kita juga mengenal nama pemuda
itu sebagai seorang Malaikat Agung bersama dengan Gabriel dan Mikhael.
Dari
Pemimpin Agama Sampai Sastrawan
Ada
yang kenal dengan Paus Honorius? Pemimpin umat Katolik yang hidup di abad
pertengahan ini juga ternyata memiliki pengalaman spiritual yang mendalam,
namun sayangnya hal tersebut masih dirahasiakan sampai saat ini. Namun yang
jelas, pengalaman spiritual itu beliau tulis dengan nama Grimoire of Pope
Honorius, isinya tidak jauh berbeda dengan kepunyaannya Salomo, tapi disertai
berbagai cara ritual untuk berdoa melalui perantaraan beberapa malaikat.
Bagi
yang menggeluti bidang sastra terutama Sastra Inggris pasti mengenal kumpulan
buku sajak yang bernama Paradise Lost alias Surga Yang Hilang hasil karya dari
John Milton. Mungkin penyair yang satu ini terkesan dengan kisah dari Kitab
Wahyu yang amatlah rumit karena tersusun dari kumpulan sajak yang tidak jelas
artinya. Tapi tampaknya kejeniusan penyair yang satu ini dapat ia tuangkan
dalam sebuah sajak yang tak kalah indahnya, yang terdiri dari enam buku kecil,
yang menceritakan kisah jatuhnya para malaikat pemberontak sampai kisah
penciptaan.
Ia
mampu menggambarkan bagaimana ganasnya surga yang menjadi medan tempur antara
Michael dan Lucifer (yang jika dilihat dari Kitab Wahyu tampak seru dan
menegangkan) diubah menjadi permainan kata-kata halus penuh dengan nilai
sastra. Bahkan kekalahan Lucifer ia gambarkan dengan sangat anggun. Ia
menggambarkan peperangan itu hanyalah perang mental, dimana akhirnya Michael
berhasil melunturkan semangat dan keberanian Lucifer sehingga ia dengan lapang
dada mengalah dan terusir dari surga. Ia juga menggambarkan betapa megahnya
surga, dan betapa jayanya Mesias (Kristus) saat memukul mundur pemberontak,
semua itu dirangkum dalam sebuah sajak!
Percampuran
Antara Kristianitas dan Animisme
Kebanyakan
mereka di dunia Barat yang mengaku sebagai cenayang, penyihir, atau apapun
namanya, memadukan budaya dan tatacara (inkulturasi) kristen dengan animisme
mereka. Misalnya mereka menggunakan media lilin warna-warni, kemenyan, dan
simbol-simbol tertentu yang mereka yakini sebagai simbol iblis atau malaikat
(budaya animisme) dan media salib, patung Yesus, Maria, atau orang suci lainnya
(kristen).
Mereka
yang mengaku mengikuti aliran putih (baik) misalnya menggunakan media-media
seperti di atas untuk menyembuhkan penyakit, menetralkan racun, atau mengundang
malaikat tertentu dengan menggunakan upacara menolak bala. Sedangkan mereka
yang menganut aliran hitam (jahat) biasanya menggunakan buku tulisan Nabi
Salomo di atas atau buku-buku sejenis untuk memperbudak atau bahkan mengadakan
semacam kontrak dengan Iblis. Contohnya adalah Faust yang terkenal itu, konon
ia menjual jiwanya pada Iblis yang bernama Mephistopeles demi mendapatkan pengetahuan.
Tergantung
pada Masing-Masing Pribadi
Tidak
tahu apakah okultisme demonologi ini menjadi salah satu mata kuliah wajib dalam
ilmu Teologi, namun ilmu ini wajib dipelajari jika belajar Teologi di
negara-negara yang tingkat pendidikannya sudah maju, macam Vatikan, Inggris,
dan lain-lain. Berita atau hal-hal mengenai sesuatu yang tak kasat mata bagi
beberapa orang memang sangat menarik perhatian. Ada pepatah yang mengatakan
bahwa suatu misteri yang tidak kita ketahui memang cukup menarik untuk disimak
dan dipelajari.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar