Kamis, 07 Maret 2013

Globalisasi


Pengertian

            Definisi dari Globalisasi yaitu dari kata “Global” yang merujuk ke arah kata “Universal”, yang berarti seluruh bumi.

Pengertiannya adalah saling keterkaitan dan ketergantungan antarbangsa negara dan manusianya di seluruh dunia dengan interaksi dan integrasinya, saling mempengaruhi saling ketergantungan antara satu negara atau bangsa dengan negara atau bangsa lainnya, dan membuat batasan – batasan antaranya menjadi kecil, keterkaitan tersebut meliputi segala aspek diantaranya budaya, perdagangan, informasi, investasi, dan masih banyak lagi.

Berbagai pandangan mengenai Globalisasi

            Berbagai kalangan berbagai pandangan berbagai sisi punya pandangan yang berbeda terhadap Globalisasi, di banyak hal globalisasi sering di samakan dengan Internasionalisasi, seudut pandang itu bisa dari sudut sosial, sudut sejarah, atau suatu yang alamiah, yang terakhirnya menuju keterikatan negara di dunia, yang mengesampingkan batas strata, geografis, ekonomi, dan budaya

            Pandangan lain mengatakan bahwasanya globalisasi merupakan sebuah proyek dari negara – negara polisi dunia yang mengusungnya, yang bisa membuat orang – orang berpikir ke arah negatif terhadapnya, sudut pandang di sini bukan lain adalah berakar kepada Kapitalisme yang paling mutakhir, yang dilakukan oleh negara adikuasa terhadap negara berkembang atau kecil yang makin tidak bisa bersaing. Karena Globalisasi sangat berpengaruh terhadap ekonomi budaya bahka agama di seluruh dunia.

Scholte melihat bahwa ada beberapa definisi yang dimaksudkan orang dengan globalisasi:

-          Internasionalisasi: Globalisasi diartikan sebagai meningkatnya hubungan internasional. Dalam hal ini   
masing-masing negara tetap mempertahankan identitasnya masing-masing, namun menjadi semakin tergantung satu sama lain.
-          Liberalisasi: Globalisasi juga diartikan dengan semakin diturunkankan batas antar negara, misalnya hambatan tarif ekspor impor, lalu lintas devisa, maupun migrasi.
-          Universalisasi: Globalisasi juga digambarkan sebagai semakin tersebarnya hal material maupun imaterial ke seluruh dunia. Pengalaman di satu lokalitas dapat menjadi pengalaman seluruh dunia.
-          Westernisasi: Westernisasi adalah salah satu bentuk dari universalisasi dengan semakin menyebarnya pikiran dan budaya dari barat sehingga mengglobal.
-          Hubungan transplanetari dan suprateritorialitas: Arti kelima ini berbeda dengan keempat definisi di atas. Pada empat definisi pertama, masing-masing negara masih mempertahankan status ontologinya. Pada pengertian yang kelima, dunia global memiliki status ontologi sendiri, bukan sekadar gabungan negara-negara.

Ciri – ciri fenomena Globalisasi

            Beberapa ciri yang menandakan semakin berkembangnya fenomena globalisasi di dunia :
-          Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada masa pencerahan (eropa) merangsang revolusi   industri

-          Teori bahwa bumi bulat, membuat para penjelajah dari eropa mengarungi lautan dan mencari sumber dari rempah – rempah

-          para misionaris religius untuk menyebarkan agama

-          para gujarat arab untuk menyebarkan agama

-          para penjajah Inggris mengajarkan bahasa Inggris ke seluruh daerah jajahannya, Inggris adalah negara paling banyak menjajah di dunia, maka itu bahasa inggris dijadikan bahasa internasional

-          Perang Dunia I dan II mendoktrinkan dan memberi pelajaran bahwa kemerdekaan itu milik segala bangsa

-          Makin mudahnya akses bagi individu terhadap kebudayaan lain di luar kebudayaannya

-          Bertambah banyaknya event-event berskala global, seperti pertandingan olah raga level piala dunia, putri kecantikan dunia (miss universe), olimpiade, dan sebagainya

-          Pasar dan kegiatan produksi di negara-negara yang berbeda menjadi saling bergantung sebagai akibat dari pertumbuhan perdagangan internasional, peningkatan pengaruh perusahaan miltinasional, dan dominasi organisasi internasional semacam world trade organization (WTO)

-          Peningkatan interaksi budaya melalui perkembangan media massa (televisi, film, musik, transmisi berita dan olahraga internasional). Saat ini kita dapat mengonsumsi dan mengalami gagasan dan pengalaman baru mengenai hal-hal yang beraneka ragam budaya berasal dari berbagai belahan dunia, misalnya dalam bidang fashion, literature, olahraga, seni, makanan, dan sebagainya

-          Penyebaran prinsip multi-kebudayaan

-          Meningkatnya masalah bersama, misalnya pada bidang lingkungan hidup, krisis multinasional, inflasi.

-          Lalu lalang transportasi barang antar-negara ke arah peningkatan, menunjukkan keterkaitan dan ketergantungan antar - manusia (bangsa) di seluruh dunia.

-          Perubahan dalam konsep ruang dan waktu. Globalisasi dewasa ini menjadi pusat perhatian (mainstream) banyak pihak, karena proses interaksi antarmanusia atau masyarakat menjadi semakin tinggi akibat dari adanya kemajuan teknologi komunikasi, informasi dan transportasi, (seperti telepon genggam, televisi satelit, internet, pariwisata, imigran, tenaga kerja, pertukaran pelajar/mahasiswa memungkinkan manusia merasakan banyak hal dari budaya yang berbeda). Perkembangan ini menyebabkan manusia semakin cepat mengetahui apa yang terjadi di sisi dunia yang letaknya berjauhan serta semakin cepat mencapai wilayah (daerah) yang letaknya berkilo-kilo meter jauhnya. Dunia menjadi sebuah desa global (global village), karena antar bagian dunia, baik pelosok terpencil maupun perkotaan, sudah saling berhubungan dan berkaitan.

Penyebab terjadinya Globalisasi

-          Rempah – rempah yang membuat orang eropa mencari sumber rempah – rempah

-          Budaya penjajah eropa yang bercampur dengan budaya masyarakat afrika dan asia yang notabennya adalah negara - negara yang sering di jajah negara - negara eropa

-          Bubarnya Uni Soviet, dan terbukanya Forbiden City di Cina, menunjukkan terbukannya negara Komunis yang dikenal tertutup kehadapan dunia internasional

-          Cina dan Negara pecahan Uni Soviet (Rusia, Polandia, Republik Ceko, dan lain-lain) bergerak mengikuti sistem politik dan ekonomi Barat

-          Munculnya Organisasi Antarpemerintah (Intergovernmental Organizations/IGOs) dan Organisasi Non-pemerintah Internasional (Internasional Non-Governmental Organizations/INGOs). Yang mendorong terjadinya komunikasi interaksi integrasi antar pemerintah atau masyarakat antarnegara. Ini juga mendorong berkembangnya globalisasi

-          Berkembang Pesatnya Perusahaan-Perusahaan Transnasional



Perusahaan transnasional atau transnational corporations (TNCs) adalah perusahaan yang memproduksi barang atau jasa di lebih dari satu negara



-          Munculnya Mekanisme Pemerintahan Internasional dan Regional

Mekanisme pemerintah internasional dan regional misalnya PBB, Uni Eropa, ASEAN, OPEC, APEC, OAS, Pakta Pertahanan Atlantik Utara, Pakta Warsawa


-          Kemajuan komunikasi dan informasi yang berkembang pesat dan cepat , membuat individu di tiap negara dapat mengakses dan mencari info dari dalam negeri dan luar negeri menjadi mudah

Pengaruh Globalisasi

Terhadap aspek ekonomi

-          Semakin terbukanya pasar untuk produk-produk ekspor. Hal ini membuka kesempatan bagi pengusaha untuk membuat produk-produk berkualitas, kreatif, dan dibutuhkan oleh pasar dunia

-          Semakin mudah mengakses modal investasi dari luar negeri. Apabila investasinya bersifat langsung, misalnya dengan pendirian pabrik di suatu negara maka akan membuka lapangan kerja. Ini bisa mengatasi kelangkaan modal

-          Semakin mudah memperoleh barang-barang yang dibutuhkan masyarakat dan belum bisa diproduksi

-          Semakin meningkatnya kegiatan pariwisata, lalu membuka lapangan kerja di bidang pariwisata sekaligus menjadi ajang promosi produk suatu negara

-          Kemungkinan hilangnya pasar produk ekspor karena kalah bersaing dengan produksi negara lain yang lebih murah dan berkualitas. Misalnya produk mobil  buatan Jepang yang peredarannya lebih banyak dari mobil buatan eropa

-          Membanjirnya produk impor di pasaran sehingga mematikan lokal, ancaman produk smartphone Korea Cina yang lebih murah dibanding smartphone dari Amerika dan Eropa

-          Ancaman dari sektor keuangan dunia yang semakin bebas dan menjadi ajang spekulasi. Investasi yang sudah ditanam. Bisa dengan mudah ditarik atau dicabut jika dirasa tidak lagi menguntungkan. Hal ini bisa memengaruhi kestabilan ekonomi

-          Ancaman masuknya tenaga kerja asing (ekspatriat) dari Cina yang lebih profesional SDMnya. Lapangan kerja di Yunani yang sudah sempit jadi semakin sempit dengan datangnya CISCO

Terhadap aspek sosial

-          Gadget – gadget yang semakin murah dan mudah dijangkau oleh kalangan Low End dapat merubah cara bersosial masyarakat kelas bawah

-          Dengan adanya aplikasi sosial media dalam Web yang menjamur di setiap kalangan, rentan terhadap kejahatan, termasuk akibat negatif dari internet itu sendiri

-          Game online yang dipopulerkan Jepang membuat anak – anak menjadi ‘’junki’’, bahkan sampai berbuat kriminal seperti mencuri untuk hanya bisa bermain internet di Warnet ( rental internet)

-          Semakin bertambah globalnya berbagai nilai budaya kaum kapitalis dalam masyarakat dunia. Merebaknya gaya berpakaian barat di negara-negara berkembang. Menjamurnya produksi film dan musik dalam bentuk kepingan CD/ VCD atau DVD

Terhadap aspek politik

-          Politik perdagangan bebas yang diterapkan Indonesia, bisa menjadi bumerang sendiri terhadap Indonesia apabila produk – produk lokalnya tidak bisa bersaing dengan produk luar (impor)

-          Politik Dumping yang diterapkan Jepang mungkin bisa dijadikan contoh oleh Indonesia dari keberhasilannya di dunia internasional

-          Negara tidak lagi dianggap sebagai pemegang kunci dalam proses pembangunan. Para pengambil kebijakan publik di negara sedang berkembang mengambil jalan pembangunan untuk mengatasi masalah sosial dan ekonomi. Timbulnya gelombang demokratisasi (dambaan akan kebebasan )

Terhadap aspek budaya

-          Penjualan kendaraan di Indonesia, membuat kebiasaan masyarakat yang dulu memakai Angkutan Umum lebih cenderung memakai kendaraan pribadi, ditambah diberi subsidinya BBM (bahan bakar minyak)

-          Harga gadget yang relatif murah, dan fungsi gadget yang portabel, dan rakyat beralih dari telpon rumah dan telpon umum yang sulit dicari menjadi memakai ponsel seluler

-          Sifat kebanyakan rakyat indonesia yang menurut beberapa kalangan bersifat “konsumtif” menjadi sasaran empuk para produsen berbagai barang untuk memasarkan produknya di Indonesia

-          Corak budaya barat yang terkenal terbuka ternyata disukai rakyat timur, dari cara berpakaian , bersosialisasi, dan cara berkomunikasinya pula

Terhadap aspek pertahanan dan keamanan (hankam)

-          Lalu lintas perdagangan antar suatu negara ke negara tetangganya, dapat memicu penyelundupan oleh pihak tek bertanggung jawab

-          ‘’ produk luar masih lebih bagus dari produk lokal ‘’ setidaknya kata – kata sejenis itulah yang sering di lontarkan oleh masyarakat terhadap teknologi indonesia, khususnya teknologi di bidang pertahanan (perlatan dan kendaraan perang)

-          Di Kalimantan penduduk perbatasan sudah jarang menggunakan Rupiah, mereka sering menggunakan Ringgit, bahkan toko – toko retailnya, disinilah perlunya perhatian pemerintah yang harus dicurahkan kearah penduduk perbatasan agar nasionalisme mereka tidak hilang

Terhadap aspek ideologi

-          Masyarakat suatu negara dimana keyakinan ideologinya lemah dapat dipengaruhi oleh ideologi negara lain yang terbuka, contoh saja cina dan unisoviet

-          Indonesia adalah negara demokrasi, jika demokrasi itu condong kearah terpinmpin maka akan menjadi otoriter seperti pada jaman Soeharto, jika demokrasi dipegang rakyat akan menjadi bebas yang juga mempunyai masalah dimana bisa saja dipermainkan oleh aparat pemerintah yang ingin mementingkan golongannya, maka hampir condong kearah liberalisme dan kapitalisme

-          Indonesia termasuk berani untuk tidak memilih antara pakta warsawa dan nato, Indonesia memilih membuat Geraka Non-Blok, yang artinya membuat ekosistem tersendiri dan dapat mengaplikasikan ke kehidupan bernegaranya dengan gaya ideologinya sendiri, dan juga negara yang menjadi anggota

Kesimpulan


      Betapa tersudutnya kita oleh produk dan jasa asing, termasuk di bidang teknologi informasi, adalah kenyataan pahit yang terus dihadapi sehari-hari. 


Setelah meminum Teh Sariwangi (100 persen milik Unilever, Inggris) saat pagi hari, kita biasa mengecek smartphone kita. Jika bukan BlackBerry (100 persen Kanada), atau iPhone (100 persen Amerika Serikat), maka seri Android Samsung (100 persen Korea Selatan) adalah merek yang lazim dipilih masyarakat Indonesia. 

Setelah itu, kita sarapan nasi goreng berbasis beras impor Thailand.

Makin pahit kegetiran ini dirasakan sebab kita kemudian berangkat ke kantor seraya menghisap rokok Sampoerna (saham 97 persen Philip Morris, Amerika Serikat) sambil beranjak naik kendaraan bermotor yang mayoritas buatan Jepang.

Begitu masuk kantor, perangkat keras pertama yang dinyalakan adalah komputer buatan Amerika (Hewlett Packard/Dell), atau Korea Selatan (LG), dan lainnya sembari meminum Cola Jika bukan Amerika buatan Inggrislah yang sedang populer. Itu pun seraya melihat pesan di ponsel yang jaringannya dimiliki investor asing, Singapura terutama dari Timur Tengah.

Era pengaruh kuat Word Trade Organization (WTO) telah mengantarkan kekuatan finansial global nyaris tak bersekat di negeri ini. Sungguh Nasionalisme adalah mantera tak terelakkan dari rezimisme apa pun yang hendak berkuasa di Indonesia tercinta ini


mengenai globalisasi,termasuk di sektor ekonomi teknologi, akan mengkristal dua polar: 



1) Sesuatu yang tidak bisa dikendalikan sehingga sebuah bangsa akan "berakhir"




2) Sebuah paham yang harus diberantas sekaligus dinasionalisasikan


Jaringan ekonomi global yang demikian kuat membuat siapa pun—sekalipun itu sebuah kedaulatan bangsa yang dulu diperoleh dengan perjuangan berat—sulit menolak, apalagi mengimbangi kekuatan yang dibawa investor asing. Kutub pemikiran lain menempatkan globalisasi ekonomi sebagai musuh bersama yang harus diberantas guna digantikan semua milik pribumi. Seperti gencar diperlihatkan Presiden Venezuela Hugo Chavez, nasionalisasi adalah jawaban mutlak.


sumber : 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar