Iblīs
(bahasa Arab: إبليس) adalah nama yang
diberikan untuk suatu makhluk yang tidak kelihatan dan yang jahat.
Menurut agama Islam, nama
aslinya Azazil (menurut kristen adalah Lucifer). Iblis
adalah nama salah seorang dari bangsa jin. Dalam Al Quran dijelaskan bahwa Allah menciptakan
tiga jenis makhluk berakal budi yaitu malaikat, jin, dan manusia.
Malaikat diciptakan dari cahaya (nuur), jin dari api(naar), dan manusia
diciptakan dari tanah(turaab). Iblis adalah nama salah seorang jin, sebagaimana
Jibril adalah nama seorang malaikat. Begitu juga Adam yang merupakan nama seorang manusia.
Menurut agama Kristen,
Iblis adalah malaikat yang memberontak/ malaikat yang jatuh (Fallen Angel)
kepada Allah, sehingga dibuang dari sorga dan kemudian menghasut manusia untuk
berdosa. Di dalam Alkitab Ibrani
atau Alkitab bahasa Indonesia bagian Perjanjian Lama kata "Iblis" hanya
dipakai di 3 kitab, yaitu Kitab 1 Tawarikh, Kitab Ayub, dan Kitab Zakharia, yang merupakan terjemahan kata bahasa Ibrani: שטן (syatan
atau "Setan"), yang berarti musuh. Di bagian Perjanjian Baru, Iblis disebutkan berusaha
membawa manusia jauh dari Allah, malahan mencobai Yesus Kristus
meskipun gagal dan diusir pergi oleh Yesus. Karenanya Iblis disebut sebagai musuh atau lawan
bagi orang-orang Kristen. Kata Iblis dalam bagian Perjanjian Baru ini diterjemahkan dari bahasa Yunani: διάβολος (diabolos,
artinya "pemfitnah', "penghasut")
Etimologi
Dalam bahasa Arab nama Iblis berasal dari kata balasa
بَلَسَ, yang artinya menyesal. Maka nama Iblis diartikan "Yang akan terus
menyesal di dunia dan di akhirat". Iblis dahulunya beribadah kepada Allah
SWT, berwajah tampan dan berpenampilan baik. Namun setelah Allah SWT
menciptakan Adam sebagai khalifah, maka iblis mengingkarinya. sejak saat itu
iblis menjadi musuh utama yang sebenar-benarnya bagi anak cucu Adam (
semua umat manusia). Wajahnya menjadi buruk rupa dan menjadi mahluk yang
pertama kali berbohong di alam semesta ini.
Riwayat Awal Kejahatan Iblis menurut menurut Alkitab (adalah seorang Malaikat yang jatuh)
Iblis awalnya bukan ciptaan yang jahat, sebab semua yang
diciptakan Tuhan itu baik adanya. Sebagaimana manusia, Iblis juga mempunyai kehendak bebas.
Dan ternyata dia menggunakan kehendak bebas itu secara salah, karena ingin
menjadi sama seperti Tuhan sendiri, sehingga jatuhlah Iblis
ke dalam dosa.
Keberadaan Iblis di Surga
Asal Mula Dosa
Bagi banyak orang asal mula dosa dan alasan keberadaannya merupakan suatu sumber kebingungan besar. Mereka melihat pekerjaan si jahat dengan akibat-akibatnya, bencana dan kehancuran yang mengerikan, dan mereka bertanya-tanya bagaimana semua ini bisa terjadi di bawah pemerintahan dan kedaulatan Allah yang tak terbatas dalam hikmat, dalam kuasa, dan dalam kasih. Dan awal mula dosa terjadi menurut Alkitab jauh sebelum Bumi beserta isinya dan Manusia diciptakan. Tidak ada yang lebih jelas diajarkan di dalam Alkitab selain bahwa Allah dalam hal apapun tidak bertanggung jawab bagi masuknya dosa; bahwa tidak ada penarikan sewenang-wenang rahmat Ilahi, tidak ada kekurangan dalam pemerintahan Ilahi yang memberikan kesempatan timbulnya pemberontakan.
Dosa menurut pengertian Alkitab
adalah pengacau dan penggangu, sehingga tidak ada
alasan untuk membiarkan keberadaanya dan kehadirannya;
adalah sesuatu yang misterius dan yang tidak dapat
diterangkan dan dipertanggungjawabkan; memaafkannya berarti mempertahankanya;
dan satu-satunya yang didefinisikan dalam Firman Allah, dosa adalah Pelanggaran kepada Hukum Ilahi.
Lahirnya Kejahatan
Kejahatan adalah tindakan melawan hukum Allah, suatu pelanggaran yang dilahirkan akibat memanjakan
dosa. Sebelum masuknya kejahatan, damai dan kesukaan memenuhi alam semesta.
Semuanya selaras dengan kehendak Pencipta.
Yang dijelaskan dalam sebuah firman; "Di dalam
Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di Surga dan yang ada di Bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan baik singgasana
maupun kerajaan, baik pemerintah maupun penguasa,"(Kolose 1:16), dan kepada Kristus sama dengan kepada Bapa,
segenap Surga menunjukkan kesetiaan mereka.Tetapi
ada seseorang yang menyalahgunakan kebebasan ini. Dosa bermula dari dia
yang setelah Kristus, paling dihormati Allah dan yang berkuasa paling tinggi dan yang paling mulia
dari antara penghuni Surga.
Sebelum kejatuhannya ke
dalam dosa, Lucifer adalah yang terutama dari para Kerub yang berjaga. Kerub yang suci dan yang tidak bercacat cela.
Yang di jelaskan di dalam firman Allah: "Gambar dari kesempurnaan engkau, penuh hikmat
dan maha indah. Engkau di Taman Eden, yaitu Taman Allah penuh segala batu
permata yang berharga"."Kuberikan tempatmu dekat Kerub yang berjaga (engkau adalah Kerub yang menaungi - tejemahan langsung), di gunung kudus Allah engkau berada dan berjalan-jalan, di tengah-tengah
batu-batu yang bercahaya-cahaya. Engkau tidak bercela di dalam tingkah lakumu
sejak dari penciptaanmu sampai terdapat kecurangan padamu".
(Yehezkiel 28:12-15).
Sebenarnya Lucifer bisa saja tetap berkenan kepada kepada Allah dikasihi dan dihormati oleh seluruh Malaikat Surga, dan menjalankan kuasanya yang mulia untuk memberkati
yang lain-lain serta memuliakan PenciptaNya.
Yang dijelaskan di dalam firman Allah; Tetapi kata nabi itu,"Engkau sombong karena
kecantikanmu, hikmatmu kau musnahkan demi semarakmu". (Yehezkiel 28:17).
Kejahatan Awal yang dilakukan Lucifer
Kejahatan awal yang
dilakukan oleh Lucifer adalah ingin, yang merupakan 10
Hukum Taurat yang di turunkan Allah kepada umat manusia di gunung Sinai.Sedikit demi sedikit Lucifer memanjakan suatu keinginan untuk
meninggikan diri sendiri.
Yang dijelaskan dalam Kitab Yehezkiel; "Karena hatimu menempatkan
diri sama dengan Allah". Gantinya berusaha membuat Allah yang tertinggi dalam kasih dan kesetiaan mahluk-mahluk
ciptaanNya, Lucifer berusaha untuk memenangkan
pelayanan dan penghargaan mereka untuk dirinya sendiri.
- Dengan menginginkan kehormatan yang dikaruniakan Allah kepada AnakNya-Mesias, Lucifer menginginkan kuasa yang hanya Mesias saja memiliki Hak Prerogatif itu. Kejahatan yag akhirnya merusak keharmonisan surgawi.
- Pelayanan dan meninggikan diri sendiri yang bertentangan dengan rencana Pencipta, membangkitkan suatu pertanda jahat, yang seharusnya kemuliaan Allah adalah tertinggi baginya. Majelis Surgawi membujuk Lucifer. Anak Allah - Mesias mengemukakan di hadapanya kebesaran, kebaikan dan keadilan Pencipta dan sifat hukumNya yang kudus dan yang tidak berubah itu. Tetapi amaran yang diberikan dalam kasih dan belas kasihan yang tak terbatas hanya membangkitkan roh penolakan. Lucifer membiarkan iri hati terhadap Mesias menguasai dirinya, sehingga ia lebih berketetapan dalam dirinya.
Kerajaan Iblis
Kerajaan Iblis adalah
suatu pemerintahan dalam tatanan organisasi yang didirikan oleh Lucifer di bumi, sebagai perlawanan/pemberontakan terhadap Kerajaan Surga. Dalam menjalankan
pemerintahannya Iblis memiliki suatu tatanan organisasi (Efesus 6:12), yaitu:
- Lucifer, sebagai raja kegelapan;
- Pemerintah-pemerintah, pemimipin-pemimpin tertinggi dalam suatu kerajaan ( malaikat-malaikat yang jatuh dan menjadi Setan yang disembah sebagai Dewa Matahari, Dewa Bulan, Beelzebul, Molokh, dll = lihat penjelasannya di Kitab Henokh dan Alkitab);
- Penguasa-penguasa, makhluk yang menerima kuasa dan menjalankan kehendak atasannya (Jin sebagai sesembahan bangsa Timur Tengah pada waktu itu = lihat penjelasannya di Perjanjian Lama);
- Penghulu-penghulu, pemimpin-pemimpin (manusia jahat yang melakukan kehendak Iblis= di Alkitab disebut sebagai anak iblis);
- roh-roh jahat, roh-roh yang durhaka (legion, leviatan, dan lain-lain). Ada pendapat bahwa roh tidak dibagi menjadi jenis kejahatannya seperti roh percabulan,roh kedengkian dsb., sedangkan kata roh pemecah yang terdapat dalam Galatia 5:20 jika ditinjau dari bahasa Yunaninya bukan berarti roh, akan tetapi perbuatan atau tindakan yang menimbulkan perpecahan. Demikian agar tidak terjadi penyesatan dalam kekristenan mengenai macam macam roh, karena menurut standar kebenaran dari alkitab, roh hanya terdiri dari roh manusia dan roh yang kudus dari Allah.
Riwayat Pemberotakan Iblis menurut Alkitab
Awal Pemberontakan di Surga
Awal Pemberontakan di Surga adalah awal pertama kali Iblis mengungkapkan pendakwaan
atas ketidakpuasan akan pemerintahan dan hukum Allah. Dakwaan Lucifer
kepada Mesias yang adalah Penguasa Surga
yang diakui, serta memiliki satu kuasa dan wewenang dengan Allah yang dikarenakan dalam semua konsultasi Allah, Mesias selalu turut di dalamnya, sementara
Lucifer tidak diizinkan untuk ikut dalam
maksud-maksud Ilahi.
Dengan meninggalkan tempatnya di hadapan Allah, Lucifer pergi untuk
menyebarkan roh ketidakpuasan di antara malaikat-malaikat. Lucifer membangkitkan roh ketidakpuasan
terhadap hukum-hukum yang mengatur mahluk-mahluk surgawi, dengan mengatakan
bahwa mereka dibebani dengan pembatasan-pembatasan yang tidak perlu. Oleh
karena alamiah mereka adalah suci ia mendorong malaikat-malaikat itu untuk
mengambil kehendak hati mereka sendiri. Ia berusaha mendapatkan simpati para Malaikat, dengan mengatakan Allah telah tidak adil dengan memberikan penghormatan
tertinggi bagi Mesias. Ia mengatakan bahwa dalam
cita-citanya untuk memperoleh kuasa dan penghormatan yang lebih besar bukan
karena bercita-cita mau meninggikan diri, tetapi untuk memperoleh kebebasan
bagi segenap penghuni surga, agar dengan begitu mereka memperoleh eksistensi
yang lebih tinggi.
Allah di dalam hikmatNya,
membiarkan Lucifer meneruskan roh kebenciannya
matang untuk mengadakan pemberontakan. Dalam pandangan Allah, adalah perlu bagi rencana-rencana Lucifer itu untuk benar-benar berkembang,
agar sifat dan kecenderungan sebenarnya dapat dilihat semua oleh seluruh umat
alam semesta.
Pemerintahan Allah bukan saja atas penduduk surga, tetapi atas semua
dunia-dunia yang dijadikanNya; dan Setan berpikir bahwa jika ia dapat membawa
malaikat-malaikat surga bersamanya memberontak, maka ia juga dapat membawa
dunia-dunia lain bersamanya. Dengan liciknya ia menggunakan argumentasi
palsu dan penipuan untuk mencapai tujuan-tujuannya.
Penanganan Awal terhadap Dosa di Surga
Untuk menangani dosa,
Allah hanya dapat menggunakan keadilan dan kebenaran. Sedangkan Lucifer menggunakan apa yang Allah tidak mau gunakan yaitu sanjungan yang berlebihan dan
penipuan atau kecurangan. Lucifer
memalsukan firman Allah dan telah menyalah-tafsirkan rencana
pemerintahan Allah di hadapan malaikat-malaikat dengan
mengatakan bahwa Allah tidak adil dalam memberikan hukum-hukum
dan peraturan-peraturan atas penghuni surga. Seluruh alam semesta harus melihat
penipu itu dibuka kedoknya, sampai ia diputuskan tidak boleh lagi tinggal di
surga, Allah tidak membinasakan Lucifer dan Setan (malaikat-malaikat yang jatuh).Oleh karena pelayanan
kasih saja yang berkenan kepada Allah, maka kesetiaan mahluk-mahluk
ciptaanNya harus didasarkan atas keyakinan kepada keadilan dan kebajikanNya,
sebab apabila Lucifer dan Setan segera dihapuskan keberadaannya, maka seluruh alam
semesta akan memuliakan Allah dengan ketakutan, bukan
dengan cinta dan kasih.
Allah membiarkan Lucifer
dan Setan mengembangkan prinsip-prinsipnya dengan
lebih sempurna, agar dakwaannya kepada pemerintahan Allah dapat dilihat dalam terangnya yang benar oleh semua
mahluk ciptaan - bahwa keadilan dan kemurahan Allah serta keteguhan hukumNya - tidak akan dipertanyakan lagi
selama-lamanya.
Pertentangan/Pertarungan Besar di Surga
Pertentangan/Pertarungan
Besar di Surga adalah perlawanan yang dilakukan Lucifer yang didukung para malaikat-malaikat
jahat (Setan) atas segala hasil dakwaannya yang
berujung pada teguran Mesias terhadapnya.
Hingga pada akhir pertentangan surga, diumumkanlah
bahwa Lucifer bersama simpatisannya (Setan) harus dikeluarkan dan diusir dari tempat tinggal yang
penuh kebahagiaan itu. Kemudian pemimpin pemberontak itu dengan lancang
menyatakan penghinaannya terhadap hukum Allah. Ia mengulangi tuntutannya bahwa malaikat-malaikat tidak
perlu dikendalikan, dan harus dibiarkan menurut kehendak mereka sendiri, yang
senantiasa menuntun mereka dengan benar. Lucifer dengan bala tentaranya (para
malaikat jahat Setan) bersepakat mempersalahkan
pemberontakan mereka itu seluruhnya kepada Mesias, dan menyatakan bahwa jika seandainya mereka tidak
ditegur, mereka tidak akan memberontak. Dengan demikian ketidaksetiaan mereka
yang penuh pembangkangan dan keras kepala itu berusaha menumbangkan
pemerintahan Allah dengan sia-sia, dengan berdalih dan mengatakan bahwa mereka
adalah korban yang tidak bersalah dari kekuasaan yang menindas. Sehingga pada
akhirnya kepala pemberontak dan simpatisannya di usir dari surga. Lihat Wahyu 12:7-9.
Dalam pengusiran Iblis dan Setan dari Surga, Allah menyatakan
keadilanNya, dan mempertahankan kemuliaan takhtaNya.
Permusuhan antara Manusia dan Iblis menurut Alkitab
Permusuhan antara Manusia
dan Setan adalah peristiwa dimana Adam dan Hawa melakukan pelanggaran akan firman dan hukum Allah agar tidak memakan buah terlarang. Ditenggarai oleh
penggodaan Iblis
(menyamar sebagai ular) terhadap Hawa untuk membangkitkan rasa ingin
Hawa untuk sama seperti Allah dalam pengetahuan yang baik dan yang jahat. Sehingga Allah menurunkan firman, yag tertulis di dalam Alkitab (dalam Kitab Kejadian pasal 3):
Aku (Tuhan) akan mengadakan
permusuhan antara engkau (ular/Iblis) dan perempuan (Hawa) itu, antara keturunanmu dengan keturunannya;
keturunannya akan meremukkan kepalamu dan engkau akan meremukkan tumitnya. Kejadian 3:15.
Pada waktu manusia melanggar hukum Ilahi, maka sifat
alamiahnya menjadi jahat, dan menjadi tidak berbeda dengan Iblis atau Setan yang condong untuk berbuat dosa. Secara alamiah,
tidak ada lagi pertentangan antara manusia yang berdosa dengan yang memulai
dosa itu (Iblis dan Setan)
Iblis menurut pandangan Islam
Asal Mula
Salah satu kutipan Al
Quran yang cukup detil mengenai asal mula kisah Adam dan Iblis
terdapat dalam Surat Shaad ayat 71-85 sebagai berikut:
(Ingatlah) ketika Tuhanmu
berfirman kepada malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari
tanah".Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan
kepadanya roh (ciptaan) Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud
kepadanya". Lalu seluruh malaikat
itu bersujud semuanya, kecuali iblis; dia menyombongkan diri dan adalah dia
termasuk orang-orang yang kafir.
Allah berfirman:
"Hai iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah
Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu
(merasa) termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi?" Iblis berkata: "Aku lebih baik daripadanya, karena
Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah".
Allah berfirman: "Maka keluarlah kamu dari surga; sesungguhnya kamu adalah
orang yang terkutuk,sesungguhnya kutukan-Ku tetap atasmu sampai hari
pembalasan".
Iblis berkata: "Ya
Tuhanku, beri tangguhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan".Allah
berfirman: "Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh,
sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya (hari kiamat)". Iblis
menjawab: "Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka
semuanya,kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka.
Allah berfirman:
"Maka yang benar (adalah sumpah-Ku) dan hanya kebenaran itulah yang
Ku-katakan". Sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi neraka Jahannam dengan
jenis kamu dan dengan orang-orang yang mengikuti kamu di antara mereka
kesemuanya.
Sejak penciptaan manusia Adam, iblis diperintahkan Allah untuk bersujud kepadanya, namun iblis tidak mau sujud kepadanya. Oleh karena itu, Iblis di keluarkan oleh Tuhan dari Surga dan menjadi mahluk yang terkutuk.
Ia meminta kepada Tuhan
untuk menangguhkan kematiannya hingga hari kiamat. Iblis dendam kepada manusia, keturunan Adam karena lantaran kehadiran Adam, obsesinya jadi makhluk nomor satu jadi buyar. Iblis juga
disebut Setan dan seluruh jin dan manusia yang
menjadi pengikutnya juga disebut Setan.
Dalam sebuah kitab
karangan Imam al-Ghazali disebutkan bahwa Iblis sebelum
dilaknat oleh Allah, bernama asli Azazil dan
sesungguhnya ia memiliki banyak nama/julukan, yaitu:
- Langit pertama al-Abid (ahli ibadah, selalu mengabdi luar biasa kepada Allah)
- Langit kedua ar-Raki (ahli ruku)
- Langit ketiga as-Saajid (ahli sujud)
- Langit keempat al-Khaasyi (selalu merendah dan takluk kepada Allah)
- Langit kelima al-Qaanit (selalu ta'at)
- Langit keenam al-Mujtahid (bersungguh-sungguh dalam beribadah)
- Langit ketujuh az-Zahid (sederhana dalam menggunakan sarana hidup)
Tempat Tinggal Iblis
Iblis dan anak cucunya
tinggal di kamar mandi,
WC, tempat yang bernajis dan kotor serta tempat maksiat.
Berdasarkan Anas bin Malik
r.a.,
Iblis telah bertanya pada
Allah, katanya : "Wahai Tuhanku! Engkau telah memberikan anak Adam
tempat kediaman untuk mereka berteduh dan berzikir kepada-Mu, oleh itu
tunjukkanlah padaku tempat kediaman untukku."
Firman Allah: "Tempat
kediamanmu adalah di dalam tandas."
Iblis di Neraka
Dalam sebuah hadits diterangkan bahwa ketika para penghuni Neraka sudah sampai di neraka, di situ disediakan sebuah mimbar, pakaian,
mahkota dan tali untuk mengikat Iblis, yang kesemuanya itu terbuat dari api.
Kemudian ada suara yang memerintahkan Iblis untuk naik kemimbar: “Wahai
Iblis, naiklah kamu ke atas mimbar dan berbicaralah kamu kepada penghuni
neraka.”
Maka dia pun naik ke
mimbar dan berkata: “Wahai para penghuni neraka.”
Semua orang yang berada
dalam neraka mendengar ucapannya dan memandang ke arah pemimpin mereka itu.
“Wahai orang-orang yang kafir dan orang-orang munafiq, sesungguhnya Allah SWT telah menjanjikan kepadamu dengan
janji yang benar bahwa kamu semua mati lalu akan dihimpun dan dihisab
menjadi dua kumpulan. Satu kumpulan ke Surga dan satu kumpulan ke Neraka Sa’ir.”
Iblis berkata lagi:
“Kalian semua menyangka bahwa kalian semua tidak akan meninggalkan dunia bahkan kamu semua menyangka akan tetap berada di dunia.
Tidaklah ada bagiku kekuasaan
di atasmu melainkan aku hanya mengganggu kalian semua.”
“Akhirnya kalian semua
mengikuti aku, maka dosa itu untuk kamu. Oleh itu janganlah kamu
mengumpat aku, mencaci aku, sebaliknya umpatlah dari kamu sendiri, karena
sesungguhnya kamu sendirilah yang lebih berhak mengumpat daripada aku yang
mengumpat...”
“Mengapakah kamu tidak
mau menyembah Allah SWT? Sedangkan Dia yang menciptakan segala sesuatunya...”
“Hari ini aku tidak dapat
menyelamatkan kamu semua dari siksa Allah, dan kamu juga tidak akan
dapat menyelamatkan aku. Sesungguhnya pada hari aku telah terlepas dari apa
yang telah aku katakan kepada kamu, sesungguhnya aku diusir dan ditolak dari
keharibaan Tuhan.”
Setelah ahli neraka
mendengar kata-kata Iblis itu, lalu mereka melaknati Iblis. Setelah itu Iblis
dipukul oleh Malaikat Zabaniah dengan tombak yang terbuat dari api dan jatuhlah dia ke dasar Neraka
yang paling bawah, dia kekal selama-lamanya bersama-sama dengan orang-orang
yang menjadi pengikutnya.
Malaikat Zabaniah lalu
berkata kepada Iblis dan pengikutnya: “Tidak ada kematian bagi kamu semua dan tidak ada pula
bagimu kesenangan, kamu kekal di Neraka untuk selama-lamanya.”
Pandangan yang salah
Satu hal yang sering
dipahami secara salah adalah pernyataan bahwa Iblis adalah moyang bangsa jin
sebagaimana Adam merupakan moyang manusia. Iblis bukanlah moyang bangsa jin
karena banyak jin jin lain yang bukan keturunan Iblis.
Itulah sebabnya dalam Al
Quran ada sebutan "bani Adam" tetapi tidak ada sebutan "bani
Iblis". Artinya seluruh manusia adalah keturunan Adam, sementara tidak
semua jin keturunan Iblis.
Satu pemahaman lain yang
juga kurang tepat adalah peryataan bahwa Iblis adalah moyangnya setan. Yang benar adalah bahwa Iblis merupakan pimpinan
setan, bukan moyang setan. Pengikut Iblis adalah siapa saja yang berhasil
dihasutnya, baik anak cucunya sendiri, teman-temannya, jin-jin lain, atau
bahkan dari jenis manusia. Beberapa ayat Al Quran menjelaskan setan dengan
sebutan "hizbusyaithon" artinya kelompok/golongan syetan. Jadi setan
merupakan nama kelompok bukan nama perseorangan sebagaimana Iblis atau Adam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar