A.
Konsep
Investasi
Menurut
Sunariyah (2003:4): “Investasi adalah penanaman modal untuk satu atau lebih
aktiva yang dimiliki dan biasanya berjangka waktu lama dengan harapan
mendapatkan keuntungan di masa-masa yang akan datang.” Dewasa ini banyak
negara-negara yang melakukan kebijaksanaan yang bertujuan untuk meningkatkan
investasi baik domestik ataupun modal asing. Hal ini dilakukan oleh pemerintah
sebab kegiatan investasi akan mendorong pula kegiatan ekonomi suatu negara,
penyerapan tenaga kerja, peningkatan output yang dihasilkan, penghematan devisa
atau bahkan penambahan devisa.
Menurut Husnan (1996:5) menyatakan bahwa “proyek investasi merupakan suatu
rencana untuk menginvestasikan sumber-sumber daya, baik proyek raksasa ataupun
proyek kecil untuk memperoleh manfaat pada masa yang akan datang.” Pada umumnya
manfaat ini dalam bentuk nilai uang. Sedang modal, bisa saja berbentuk bukan
uang, misalnya tanah, mesin, bangunan dan lain-lain. Namun baik sisi
pengeluaran investasi ataupun manfaat yang diperoleh, semua harus dikonversikan
dalam nilai uang. Suatu rencana investasi perlu dianalisis secara seksama.
Analisis rencana investasi pada dasarmya merupakan penelitian tentang dapat
tidaknya suatu proyek (baik besar atau kecil) dapat dilaksanakan dengan
berhasil, atau suatu metode penjajakkan dari suatu gagasan usaha/bisnis tentang
kemungkinan layak atau tidaknya gagasan usaha/bisnis tersebut dilaksanakan. Suatu
proyek investasi umumnya memerlukan dana yang besar dan akan mempengaruhi perusahaan
dalam jangka panjang. Oleh karena itu dilakukan perencanaa investasi yang lebih
teliti agar tidak terlanjur menanamkan investasi pada proyek yang tidak
menguntungkan.
·
Berdasarkan menyatakan bahwa alasan
melakukan investasi adalah sebagai berikut:
a) Produktivitas seseorang yang terus mengalami
penurunan
b) Tidak
menentunya lingkungan perekonomian sehingga memungkinkan suatu saat penghasilan
jauh lebih kecil dari pengeluaran.
c) Kebutuhan-kebutuhan
yang cenderung mengalami peningkatan.
·
Karakteristik Investasi:
a) Modal
sebagai penentu keputusan
b) Waktu
yang tepat untuk mengambil keputusan Karena investasi adalah hubungan
keputusan
pada pilihan keuangan atas modal/dana dengan waktu.
·
Macam-macam Investasi
a) Real
Investment
Real investment adalah investasi yang berhubungan dengan bisnis di sektor riil. Dimana aspek ini lebih didominasi oleh industri perbankan.
Real investment adalah investasi yang berhubungan dengan bisnis di sektor riil. Dimana aspek ini lebih didominasi oleh industri perbankan.
b) Financial
Investment
Sementara Financial Investment adalah investasi yang dilakukan pada aspek keuangan. Seperti obligasi, saham, reksadana, dan pasar modal.
Sementara Financial Investment adalah investasi yang dilakukan pada aspek keuangan. Seperti obligasi, saham, reksadana, dan pasar modal.
·
Konsep Dasar Investasi
a) Pengaruh
Waktu dan Pilihan
Hasil investasi merupakan akibat dari pilihan investasi atau jenis atas modal yang diinvestasikan dan jangka waktu investasinya.
Hasil investasi merupakan akibat dari pilihan investasi atau jenis atas modal yang diinvestasikan dan jangka waktu investasinya.
b) Prinsip
Compounding
Compounding adalah menempatkan kembali hasil investasi kedalam pokok untuk mendapatkan hasil ganda.
Compounding adalah menempatkan kembali hasil investasi kedalam pokok untuk mendapatkan hasil ganda.
c) Risk
– Return Trade Off
Keuntungan dari cash flows dan atau hasil penjualan harta atau aset investasi adalah merupakan hasil investasi. Dimana risikonya terletak pada deviasi antara hasil yang diharapkan dengan kenyataan yang terjadi. Hal inilah yang kemudian menjadikan konsep dasar investasi. Yaitu semakin tinggi keuntungan berarti semakin tinggi risiko yang mungkin akan dihadapi. Yang menjadikan investasi harus menentukan langkah memaksimalkan keuntungan dengan menekan risiko serendah-rendahnya.
Keuntungan dari cash flows dan atau hasil penjualan harta atau aset investasi adalah merupakan hasil investasi. Dimana risikonya terletak pada deviasi antara hasil yang diharapkan dengan kenyataan yang terjadi. Hal inilah yang kemudian menjadikan konsep dasar investasi. Yaitu semakin tinggi keuntungan berarti semakin tinggi risiko yang mungkin akan dihadapi. Yang menjadikan investasi harus menentukan langkah memaksimalkan keuntungan dengan menekan risiko serendah-rendahnya.
d) Pilihan
yang Rasional
Dalam menentukan pilihan rasional seorang investor harus mencari hasil terbaik dengan risiko terendah.
Dalam menentukan pilihan rasional seorang investor harus mencari hasil terbaik dengan risiko terendah.
e) Diversifikasi
Pemikiran ini didasarkan pada prinsip peluang bisnis, yang menjelaskan bahwa setiap usaha mempunyai peluang bisnis yang berbeda-beda.
Pemikiran ini didasarkan pada prinsip peluang bisnis, yang menjelaskan bahwa setiap usaha mempunyai peluang bisnis yang berbeda-beda.
f) Waktu
Investasi
Penentuan waktu investasi adalah elemen yang paling kritis terhadap keberhasilan investasi.
Penentuan waktu investasi adalah elemen yang paling kritis terhadap keberhasilan investasi.
·
Praktik penentuan waktu ada beberapa
teori:
1. Waktu
memulai investasi
2. Masa
investasi
3. Waktu
mengalihkan investasi
Strategi
mengatasi permasalahan waktu adalah dengan melakukan investasi secara berkala
dengan nilai tertentu.
·
Jenis-Jenis Investasi
Menurut
Senduk (2004:24) bahwa produk-produk investasi yang tersedia di pasaran antara
lain:
a) Tabungan
di bank
Dengan menyimpan uang di tabungan, maka akan mendapatkan suku bunga tertentu yang besarnya mengikuti kebijakan bank bersangkutan. Produk tabungan biasanya memperbolehkan kita mengambil uang kapanpun yang kita inginkan.
Dengan menyimpan uang di tabungan, maka akan mendapatkan suku bunga tertentu yang besarnya mengikuti kebijakan bank bersangkutan. Produk tabungan biasanya memperbolehkan kita mengambil uang kapanpun yang kita inginkan.
·
Deposito di bank
Produk deposito hampir sama dengan produk tabungan. Bedanya, dalam deposito tidak dapat mengambil uang kapanpun yang diinginkan, kecuali apabila uang tersebut sudah menginap di bank selama jangka waktu tertentu (tersedia pilihan antara satu, tiga, enam, dua belas, sampai dua puluh empat bulan, tetapi ada juga yang harian). Suku bunga deposito biasanya lebih tinggi daripada suku bunga tabungan. Selama deposito kita belum jatuh tempo, uang tersebut tidak akan terpengaruh pada naik turunnya suku bunga di bank.
Produk deposito hampir sama dengan produk tabungan. Bedanya, dalam deposito tidak dapat mengambil uang kapanpun yang diinginkan, kecuali apabila uang tersebut sudah menginap di bank selama jangka waktu tertentu (tersedia pilihan antara satu, tiga, enam, dua belas, sampai dua puluh empat bulan, tetapi ada juga yang harian). Suku bunga deposito biasanya lebih tinggi daripada suku bunga tabungan. Selama deposito kita belum jatuh tempo, uang tersebut tidak akan terpengaruh pada naik turunnya suku bunga di bank.
b) Saham
Saham adalah kepemilikan atas sebuah perusahaan tersebut. Dengan membeli saham, berarti membeli sebagian perusahaan tersebut. Apabila perusahaan tersebut mengalami keuntungan, maka pemegang saham biasanya akan mendapatkan sebagian keuntungan yang disebut deviden. Saham juga bisa dijual kepada pihak lain, baik dengan harga yang lebih tinggi yang selisih harganya disebut capital gain maupun lebih rendah daripada kita membelinya yang selisih harganya disebut capital loss. Jadi, keuntungan yang bisa didapat dari saham ada dua yaitu deviden dan capital gain.
Saham adalah kepemilikan atas sebuah perusahaan tersebut. Dengan membeli saham, berarti membeli sebagian perusahaan tersebut. Apabila perusahaan tersebut mengalami keuntungan, maka pemegang saham biasanya akan mendapatkan sebagian keuntungan yang disebut deviden. Saham juga bisa dijual kepada pihak lain, baik dengan harga yang lebih tinggi yang selisih harganya disebut capital gain maupun lebih rendah daripada kita membelinya yang selisih harganya disebut capital loss. Jadi, keuntungan yang bisa didapat dari saham ada dua yaitu deviden dan capital gain.
c) Properti
Investasi dalam properti berarti investasi dalam bentuk tanah atau rumah. Keuntungan yang bisa didapat dari properti ada dua yaitu :
- Menyewakan properti tersebut ke pihak lain sehingga mendapatkan uang sewa.
- Menjual properti tersebut dengan harga yang lebih tinggi.
Investasi dalam properti berarti investasi dalam bentuk tanah atau rumah. Keuntungan yang bisa didapat dari properti ada dua yaitu :
- Menyewakan properti tersebut ke pihak lain sehingga mendapatkan uang sewa.
- Menjual properti tersebut dengan harga yang lebih tinggi.
d) Barang-barang
koleksi
Contoh barang-barang koleksi adalah perangko, lukisan, barang antik, dan lain-lain. Keuntungan yang didapat dari berinvestasi pada barang-barang koleksi adalah dengan menjual koleksi tersebut kepada pihak lain.
Contoh barang-barang koleksi adalah perangko, lukisan, barang antik, dan lain-lain. Keuntungan yang didapat dari berinvestasi pada barang-barang koleksi adalah dengan menjual koleksi tersebut kepada pihak lain.
e) Emas
Emas adalah barang berharga yang paling diterima di seluruh dunia setelah mata uang asing dari negara-negara G-7 (sebutan bagi tujuh negara yang memiliki perekonomian yang kuat, yaitu Amerika, Jepang, Jerman, Inggris, Italia, Kanada, dan Perancis). Harga emas akan mengikuti kenaikan nilai mata uang dari negara-negara G-7. Semakin tinggi kenaikan nilai mata uang asing tersebut, semakin tinggi pula harga emas. Selain itu harga emas biasanya juga berbanding searah dengan inflasi. Semakin tinggi inflasi, biasanya akan semakin tinggi pula kenaikan harga emas. Seringkali kenaikan harga emas melampaui kenaikan inflasi itu sendiri.
Emas adalah barang berharga yang paling diterima di seluruh dunia setelah mata uang asing dari negara-negara G-7 (sebutan bagi tujuh negara yang memiliki perekonomian yang kuat, yaitu Amerika, Jepang, Jerman, Inggris, Italia, Kanada, dan Perancis). Harga emas akan mengikuti kenaikan nilai mata uang dari negara-negara G-7. Semakin tinggi kenaikan nilai mata uang asing tersebut, semakin tinggi pula harga emas. Selain itu harga emas biasanya juga berbanding searah dengan inflasi. Semakin tinggi inflasi, biasanya akan semakin tinggi pula kenaikan harga emas. Seringkali kenaikan harga emas melampaui kenaikan inflasi itu sendiri.
f) Mata
uang asing
Segala macam mata uang asing biasanya dapat dijadikan alat investasi. Investasi dalam mata uang asing lebih beresiko dibandingkan dengan investasi dalam saham, karena nilai mata uang asing di Indonesia menganut sistem mengambang bebas (free float) yaitu benar-benar tergantung pada permintaan dan penawaran di pasaran. Di Indonesia mengambang bebas membuat nilai mata uang rupiah sangat fluktuatif.
Segala macam mata uang asing biasanya dapat dijadikan alat investasi. Investasi dalam mata uang asing lebih beresiko dibandingkan dengan investasi dalam saham, karena nilai mata uang asing di Indonesia menganut sistem mengambang bebas (free float) yaitu benar-benar tergantung pada permintaan dan penawaran di pasaran. Di Indonesia mengambang bebas membuat nilai mata uang rupiah sangat fluktuatif.
g) Obligasi
Obligasi atau sertifikat obligasi adalah surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah maupun perusahaan, baik untuk menambah modal perusahaan atau membiayai suatu proyek pemerintah. Karena sifatnya yang hampir sama dengan deposito, maka agar lebih menarik investor suku bunga obligasi biasanya sedikit lebih tinggi dibanding suku bunga deposito. Selain itu seperti saham kepemilikan obligasi dapat juga dijual kepada pihak lain baik dengan harga yang lebih tinggi maupun lebih rendah daripada ketika membelinya.
Obligasi atau sertifikat obligasi adalah surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah maupun perusahaan, baik untuk menambah modal perusahaan atau membiayai suatu proyek pemerintah. Karena sifatnya yang hampir sama dengan deposito, maka agar lebih menarik investor suku bunga obligasi biasanya sedikit lebih tinggi dibanding suku bunga deposito. Selain itu seperti saham kepemilikan obligasi dapat juga dijual kepada pihak lain baik dengan harga yang lebih tinggi maupun lebih rendah daripada ketika membelinya.
·
Dari jenis-jenis investasi di atas, maka
terdapat pengelompokkan sebagai berikut:
1. Deposito
berjangka
Simpanan dalam mata uang Rupiah, dengan tingkat suku bunga relatif lebih tinggi dibandingkan jenis simpanan lainnya. Tersedia dalam jangka waktu 1,3, 6, 12, dan 24 bulan.
Simpanan dalam mata uang Rupiah, dengan tingkat suku bunga relatif lebih tinggi dibandingkan jenis simpanan lainnya. Tersedia dalam jangka waktu 1,3, 6, 12, dan 24 bulan.
2. Sertifikat
Bank Indonesia (SBI)
Sertifikat Bank Indonesia (SBI) merupakan bagian dari upaya BI untuk meredam dan menstabilkan likuiditas yang ada di pasar.
Sertifikat Bank Indonesia (SBI) merupakan bagian dari upaya BI untuk meredam dan menstabilkan likuiditas yang ada di pasar.
3. Saham
Surat bukti pemilikan bagian modal perseroan terbatas yang memberikan berbagai hak menurut ketentuan anggaran dasar (shares, stock ).
Surat bukti pemilikan bagian modal perseroan terbatas yang memberikan berbagai hak menurut ketentuan anggaran dasar (shares, stock ).
4. Obligasi
Surat utang yang berjangka waktu lebih dari satu tahun dan bersuku bunga tertentu, yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk menarik dana dari masyarakat, guna pembiayaan perusahaan atau oleh pemerintah untuk keperluan anggaran belanjanya (debenture bond).
Surat utang yang berjangka waktu lebih dari satu tahun dan bersuku bunga tertentu, yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk menarik dana dari masyarakat, guna pembiayaan perusahaan atau oleh pemerintah untuk keperluan anggaran belanjanya (debenture bond).
5. Sekuritas
pasar uang
Sekuritas pasar uang merupakan surat-surat berharga jangka pendek yang diperjualbelikan di pasar uang.
Sekuritas pasar uang merupakan surat-surat berharga jangka pendek yang diperjualbelikan di pasar uang.
6. Sertifikat
hutang obligasi
Merupakan bukti kepemilikan piutang kepada pihak lain. Sertifikat ini dapat diperjualbelikan pada tingkat diskonto tertentu. Sertifikat hutang obligasi ini merupakan bentuk investasi jangka panjang.
Merupakan bukti kepemilikan piutang kepada pihak lain. Sertifikat ini dapat diperjualbelikan pada tingkat diskonto tertentu. Sertifikat hutang obligasi ini merupakan bentuk investasi jangka panjang.
7. Tanah/bangunan
Investasi ini tergolong investasi dalam bentuk property, investasi ini biasanya untuk jangka waktu panjang karena mengharapkan adanya kenaikan dari nilai tanah/bangunan yang telah dibelinya.
Investasi ini tergolong investasi dalam bentuk property, investasi ini biasanya untuk jangka waktu panjang karena mengharapkan adanya kenaikan dari nilai tanah/bangunan yang telah dibelinya.
8. Reksa
dana.
Wadah investasi yang berisi dana dari sejumlah investor dimana uang didalamnya diinvestasikan ke dalam berbagai produk investasi oleh sebuah Perusahaan Manajemen Investasi (Mutual Fund).
Wadah investasi yang berisi dana dari sejumlah investor dimana uang didalamnya diinvestasikan ke dalam berbagai produk investasi oleh sebuah Perusahaan Manajemen Investasi (Mutual Fund).
·
Tipe Investor Menurut profil Resiko
1. Defensive
Investor dengan tipe defensive, investor ini berusaha untuk mendapatkan keuntungan dan menghindari resiko sekecil apapun dari investasi yang dilakukan. Investor tipe ini tidak mempunyai keyakinan yang cukup dalam hal spekulasi, dan lebih memilih untuk menunggu saat-saat yang tepat dalam berinvestasi agar investasi yang dilakukan terbebas dari resiko.
Investor dengan tipe defensive, investor ini berusaha untuk mendapatkan keuntungan dan menghindari resiko sekecil apapun dari investasi yang dilakukan. Investor tipe ini tidak mempunyai keyakinan yang cukup dalam hal spekulasi, dan lebih memilih untuk menunggu saat-saat yang tepat dalam berinvestasi agar investasi yang dilakukan terbebas dari resiko.
2. Conservative
Investor dengan tipe conservative, biasanya berinvestasi untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga dan dengan rentang waktu investasi yang cukup panjang, misalnya, untuk pendidikan perguruan tinggi anak atau biaya hidup di hari tua. Investor tipe ini memiliki kecenderungan menanam investasi dengan keuntungan (yield) yang layak saja dan tidak memiliki resiko besar, karena filosofi investasi mereka untuk menghindari resiko. Walaupun investor conservative sering berinvestasi, investor ini umumnya mengalokasikan sedikit waktu untuk menganalisa dan mempelajari portofolio investasinya.
Investor dengan tipe conservative, biasanya berinvestasi untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga dan dengan rentang waktu investasi yang cukup panjang, misalnya, untuk pendidikan perguruan tinggi anak atau biaya hidup di hari tua. Investor tipe ini memiliki kecenderungan menanam investasi dengan keuntungan (yield) yang layak saja dan tidak memiliki resiko besar, karena filosofi investasi mereka untuk menghindari resiko. Walaupun investor conservative sering berinvestasi, investor ini umumnya mengalokasikan sedikit waktu untuk menganalisa dan mempelajari portofolio investasinya.
3. Balanced
Investor dengan tipe balanced, merupakan tipe investor yang menginginkan resiko menengah. Investor tipe ini selalu mencari proporsi yang seimbang antara resiko yang dimungkinkan terjadi dengan pendapatan yang dapat diraih. Tipikal investor ini bahwa mereka akan selalu berhati-hati dalam memilih jenis investasi, dan hanya investasi yang proporsional antara resiko dan penghasilan yang bisa diperoleh yang akan dipilih.
Investor dengan tipe balanced, merupakan tipe investor yang menginginkan resiko menengah. Investor tipe ini selalu mencari proporsi yang seimbang antara resiko yang dimungkinkan terjadi dengan pendapatan yang dapat diraih. Tipikal investor ini bahwa mereka akan selalu berhati-hati dalam memilih jenis investasi, dan hanya investasi yang proporsional antara resiko dan penghasilan yang bisa diperoleh yang akan dipilih.
4. Moderately
aggressive
Moderately aggressive, merupakan tipe investor yang tenang atau tidak ekstrim dalam menghadapi resiko. Investor ini cenderung memikirkan kemungkinan terjadinya resiko dan kemungkinan bisa mendapatkan keuntungan. Dalam hal ini, investor dengan tipe moderately aggressive selalu tenang dalam mengambil keputusan investasi karena keputusan yang ditetapkan sudah dipikirkan sebelumnya.
Moderately aggressive, merupakan tipe investor yang tenang atau tidak ekstrim dalam menghadapi resiko. Investor ini cenderung memikirkan kemungkinan terjadinya resiko dan kemungkinan bisa mendapatkan keuntungan. Dalam hal ini, investor dengan tipe moderately aggressive selalu tenang dalam mengambil keputusan investasi karena keputusan yang ditetapkan sudah dipikirkan sebelumnya.
5. Aggressive
Investor aggressive, atau biasa disebut ‘pemain’, adalah kebalikan dari investor conservative. Mereka sangat teliti dalam menganalisa portofolio yang dimiliki. Semakin banyak angka-angka dan fakta yang bisa dianalisa adalah semakin baik. Investor tipe ini umumnya berinvestasi dengan rentang waktu relatif pendek karena mengharapkan adanya keuntungan yang besar dalam waktu singkat. Walaupun tidak berharap untuk merugi, namun setiap investor aggressive menyadari bahwa kerugian adalah bagian dari permainan.
Investor aggressive, atau biasa disebut ‘pemain’, adalah kebalikan dari investor conservative. Mereka sangat teliti dalam menganalisa portofolio yang dimiliki. Semakin banyak angka-angka dan fakta yang bisa dianalisa adalah semakin baik. Investor tipe ini umumnya berinvestasi dengan rentang waktu relatif pendek karena mengharapkan adanya keuntungan yang besar dalam waktu singkat. Walaupun tidak berharap untuk merugi, namun setiap investor aggressive menyadari bahwa kerugian adalah bagian dari permainan.
·
Keunggulan dan Kekurangan Setiap
Investasi
a) Produk
Perbankan
1. Tabungan
Digunakan untuk menyimpan dana nasabah. Dapat memberikan banyak kemudahan, antara lain:
Digunakan untuk menyimpan dana nasabah. Dapat memberikan banyak kemudahan, antara lain:
-
Likuiditas yang tinggi, dapat diambil
kapan saja: counter bank dan ATM
-
Kemudahan bertransaksi: pengiriman uang,
pembayaran (telepon, kartu kredit, dan lain-lain), penukaran uang, dan
lain-lain.
-
Dijamin pemerintah, sampai tahun 2006.
Kekurangan:
-
Suku bunga yang diberikan sangat rendah,
di bawah tingkat inflasi.
-
Bunga kena pajak 20% untuk yang di atas
Rp 7,5 juta.
2. Rekening
koran (cheque/giro)
Dipergunakan secara luas oleh perusahaan dan perorangan, untuk melakukan transaksi keuangan.
Kemudahan, antara lain:
Dipergunakan secara luas oleh perusahaan dan perorangan, untuk melakukan transaksi keuangan.
Kemudahan, antara lain:
-
Likuiditas tinggi, dapat diambil kapan
saja: counter bank pencairan cek.
-
Kemudahan bertransaksi: pembayaran ke
pihak lain tanpa menggunakan uang tunai dan tanpa harus datang ke bank.
-
Dijamin oleh pemerintah.
Kekurangan:
-
Tidak ada bunga, hanya terdapat jasa
giro yang sangat rendah
-
Bunga kena pajak 20%.
3. Deposito
berjangka
Dipergunakan untuk menabung/menyimpan uang dalam jangka waktu tertentu.
Kemudahan, antara lain:
Dipergunakan untuk menabung/menyimpan uang dalam jangka waktu tertentu.
Kemudahan, antara lain:
-
Suku bunga yang lebih tinggi, sekitar
6%.
-
Likuiditas tinggi, dapat diambil kapan
saja, meskipun ada jangka waktu tertentu.
-
Dapat dijaminkan: untuk mendapatkan
hutang dari bank yang sama.
Kekurangan:
-
Terkena penalti, bila diambil sebelum
jatuh tempo
-
Bunga kena pajak 20%, di atas Rp 7,5
juta.
Dikarenakan sifatnya dan bunga yang diberikan dari suatu produk perbankan berada di bawah rate inflasi, maka produk perbankan tidak sesuai untuk dipakai sebagai alat investasi.
Dikarenakan sifatnya dan bunga yang diberikan dari suatu produk perbankan berada di bawah rate inflasi, maka produk perbankan tidak sesuai untuk dipakai sebagai alat investasi.
Kelebihan:
-
Akses yang cepat/likuiditas yang tinggi
-
Kemudahan bertransaksi
-
Jaminan pemerintah
Secara umum, bank idealnya digunakan sebagai tempat melakukan transaksi. Produk perbankan sangat ideal dipergunakan untuk penempatan dana darurat (emergency fund).
Secara umum, bank idealnya digunakan sebagai tempat melakukan transaksi. Produk perbankan sangat ideal dipergunakan untuk penempatan dana darurat (emergency fund).
b) Produk
Investasi
Reksa Dana/Unit Trust
Keunggulan:
Reksa Dana/Unit Trust
Keunggulan:
-
Diversifikasi
-
Pilihan investasi yang beragam
Transparansi
Transparansi
-
Peraturan yang ketat
-
Biaya yang rendah (subs, redeem,
management fee)
-
Keuntungan pajak (untuk di Indonesia
saat ini)
B.
Teori
Manajemen Investasi
Manajemen
Investasi adalah Manajemen profesional yang mengelola beragam sekuritas atau
surat berharga seperti saham, obligasi dan aset lainnya seperti properti dengan
tujuan untuk mencapai target investasi yang menguntungkan bagi investor.
Investor tersebut dapat berupa institusi ( perusahaan asuransi, dana pensiun,
perusahaan dll) ataupun dapat juga merupakan investor perorangan, dimana sarana
yang digunakan biasanya berupa kontrak investasi atau yang umumnya digunakan
adalah berupa kontrak investasi kolektif (KIK) seperti reksadana.
Lingkup
jasa pelayanan manajemen investasi adalah termasuk melakukan analisa keuangan,
pemilihan aset, pemilihan saham, implementasi perencanaan serta melakukan
pemantauan terhadap investasi.
Diluar
industri keuangan, terminologi “manajemen investasi merujuk pada investasi
lainnya selain daripada investasi dibidang keuangan seperti misalnya proyek,
merek, paten dan banyak lainnya selain daripada saham dan obligasi.
1. Perusahaan
Manajemen Investasi
Kegiatan
usaha dari manajemen investasi ini terdiri dari berbagai bidang termasuk
mempekerjakan manajer investasi profesional, penelitian, menjalankan fungsi
pesanan dan perdagangan (dealing), penyelesaian transaksi, pemasaran, audit
internal, serta mempersiapkan laporan bagi nasabahnya.
Pengelolaan
industri manajemen investasi melibatkan amat banyak pihak yang menunjukkan
betapa rumitnya kebutuhan industri ini. Disamping karyawan pemasaran yang
membawa nasabah datang kepada industri ini, masih ada pula staf kepatuhan (
untuk memastikan dipenuhinya semua peraturan yang berlaku oleh perusahaan),
auditor internal ( untuk mengaudit sistem internal serta melaksanakan fungsi
pengawasan internal), bagian keuangan (untuk membukukan transaksi keuangan),
ahli komputer serta karyawan pendukung lainnya ( untuk mencatat setiap
transaksi serta valuasi keuangan dari ribuan nasabah perusahaan) Perusahaan
manajemen investasi seringkali bertindak sebagai agen atau perantara dari para pemilik
saham dan perusahaan daripada memiliki secara langsung saham perusahaan. Secara
teoritis, para pemilik saham memiliki kekuasaan yang amat besar untuk mengubah
arah kebijakan perusahaan yang dimilikinya melalui hak suara dalam rapat umum
pemegang saham (RUPS) serta kemampuannya untuk mengontrol dan menekan manajemen
perusahaan. Namun dalam prakteknya para pemilik saham tersebut tidak
menggunakan hak suara yang dimiliki secara kolektif tersebut ( sebab
kepemilikannya masing-masing hanya terdiri dari jumlah yang kecil), dan
institusi keuangan ( selaku agen) kadang-kadang menggunakan hak suara tersebut.
Telah menjadi suatu kepercayaan umum bahwa manajemen investasi selaku agen
harus memiliki kemampuan untuk secara aktif memantau kinerja perusahaan yang sahamnya
dimiliki oleh nasabahnya.
Fokus
bisnis pada industri manajemen investasi adalah manajer yang bertugas untuk
menginvestasikan dan mendivestasikan investasi nasabahnya. Penasehat investasi
dari suatu perusahaan manajemen investasi yang tersertifikasi harus mengelola
investasi nasabahnya sesuai dengan kebutuhan serta profil risiko masing-masing
nasabah, dimana penasehat keuangan akan merekomendasikan bentuk investasi yang
tepat bagi nasabahnya tersebut.
a) Alokasi
aset
Berbagai
golongan aset adalah obligasi, properti, derivatif dan komoditi, dimana manajer
investasi dibayar jasanya untuk melaksanakan penempatan investasi pada berbagai
asset ini. Berbagai golongan aset ini memiliki dinamika pasar yang berbeda-beda
dan saling mempengaruhi satu sama lainnya, sehingga penempatan dana investasi
pada berbagai aset tersebut dapat membawa pengaruh signifikan pada performa
investasi.
b) Investasi
jangka panjang
Sangatlah
penting untuk memperhatikan bukti kinerja imbal hasil jangka panjang terhadap
aset investasi yang berbeda-beda dan melakukan investasi pada jangka waktu
tersebut guna mendapatkan hasil investasi terbaik. Misalnya pada suatu jangka
waktu yang panjang ( misalnya diatas 10 tahun ) pada beberapa negara , saham
menghasilkan imbal hasil yang lebih tinggi dibandingkan obligasi, dan obligasi
menghasilkan imbal hasil yang lebihy besar dibandingkan memegang tunai. Menurut
teori keuangan hal ini disebabkan oleh risiko yang lebih besar pada saham (
lebih bergejolak ) daripada obligasi yang lebih berisiko dibanding tunai.
c) Diversifikasi
Manajer
pengelola dana dengan memperhatikan latar belakang alokasi aset, akan
mempertimbangkan untuk melakukan diversifikasi aset sesuai profil risiko
nasabahnya dan membuat daftar perencanaan penempatan investasi yang sesuai.
Daftar tersebut akan menunjukkan persentase penempatan dana pada masing-masing
saham atau obligasi. Teori diversifikasi portofolio ini diperkenalkan oleh
Harry Max Markowitz [2] dan efektivitas dari diversifikasi ini membutuhkan
manajemen korelasi antara imbal hasil dan tingkat pengembalian modal, isu
internal terhadap portofolio bersangkutan, korelasi silang antara tingkat
pengembalian.
Pada
transaksi ini bank dilarang untuk menginvestasikan dananya pada transaksi
penjualan cicilan tanpa penjamin atau jaminan. Bank diharuskan melakukan
investasi sendiri tidak melalui pihak ketiga. Jadi, dalam investasi terikat ini
pada prinsipnya kedudukan bank sebagai agen saja, dan atas kegiatannya tersebut
bank menerima imbalan berupa fee.
Pada
pola investasi terikat dapat dilakukan dengan cara channelling dan executing,
yakni:
1.
Channelling, apabila semua risiko ditanggung oleh pemilik dana dan bank sebagai
agen tidak menanggung risiko apapun.
2.
Executing, apabila bank sebagai agen juga menanggung risiko dan hal ini banyak
yang menganggap bahwa investasi terikat executing ini sudah tidak sesuai lagi
dengan prinsip mudharabah, namun dalam akuntansi perbankan syariah diakomodir
karena dalam praktiknya pola ini dijalankan oleh bank syariah.
3.
Sistem Pendukung Keputusan untuk Manajemen Investasi
C.
Investasi
dalam Perbankan
Kebutuhan
investasi dalam pertumbuhan ekonomiPemerintah menyatakan, untuk menumbuhkan
perekonomian sebesar 7 persen ke depan, dibutuhkan investasi sekitar Rp.2.000
trilyun per tahun. Investasi tersebut dipenuhi oleh investasi PMA, investasi
dunia usaha domestik, investasi perorangan (rumah dsb nya) dan juga investasi
oleh pemerintah. Sumber pembiayaan investasi berasal dari Perbankan, Pasar
Modal, Sumber Luar Negeri, APBN dan APBD, serta sebagian besar lainnya dari
dana sendiri.
Perkembangan pinjaman oleh Perbankan selama beberapa tahun terakhir mencapai nilai nominal yang meningkat. Jika tahun 2007 kenaikan nominal Rp.210 trilyun, tahun 2008 kenaikan sekitar Rp.300 trilyun, namun sampai dengan September 2009 pinjaman baru tumbuh Rp. 64 trilyun. Dalam beberapa tahun terakhir, secara keseluruhan, total asset Perbankan tumbuh sekitar 15-17 persen per tahun, pertumbuhan yang sama juga dicapai oleh DPK (Dana Pihak ketiga).
Perkembangan pinjaman oleh Perbankan selama beberapa tahun terakhir mencapai nilai nominal yang meningkat. Jika tahun 2007 kenaikan nominal Rp.210 trilyun, tahun 2008 kenaikan sekitar Rp.300 trilyun, namun sampai dengan September 2009 pinjaman baru tumbuh Rp. 64 trilyun. Dalam beberapa tahun terakhir, secara keseluruhan, total asset Perbankan tumbuh sekitar 15-17 persen per tahun, pertumbuhan yang sama juga dicapai oleh DPK (Dana Pihak ketiga).
Menabung atau investasi di sektor
perbankan merupakan pengetahuan yang dimiliki hampir oleh semua kalangan
masyarakat. Sektor perbankan sempat menjadi idola dan pilihan masyarakat untuk
menyimpan dana serta investasi untuk tujuan masa depan. Tapi begitu krisis
melanda Indonesia, sektor perbankan terkena dampak yang sangat kronis. Selama
masa krisis banyak bank yang terkena likuidasi. Sampai saat ini sektor ini
belum kembali pulih seperti sebelumnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar